Yuk ke Kelam Tourism Festival 2019!

Yuk ke Kelam Tourism Festival 2019!

Pertunjukan Gawai Dayak Sintang © LTKL

  • 8-14 Juli mendatang, ada Kelam Tourism Festival 2019 di Sintang.
  • Festival ini memiliki banyak kegiatan, seperti panjat tebing, lomba lari, melihat pertunjukan seni, dan masih banyak lagi.
  • Harga yang ditawarkan beragam, terbagi ke tiga jenis paket.

Dalam pertemuan “A Taste of Kalimantan” di Restoran KAUM Jakarta (26/5) lalu, diperkenalkan pula Kelam Tourism Festival 2019. Kegiatan yang berlangsung pada 8-14 Juli 2019 itu mengajak peserta untuk menggali lebih dalam ragam potensi wisata serta kebudayaan Kabupaten Sintang.

Di Kelam Tourism Festival 2019, peserta akan diajak olahraga panjat tebing dengan dua jalur pendakian.

Pertama, menggunakan tangga besi dengan ketinggian sekitar 900 meter, dan yang kedua, melewati tebing yang berdiri tegak 90 derajat.

Para peserta panjang tebing Bukit Kelam ini nantinya akan disuguhkan dengan penampakan tumbuhan langka yaitu Kantong Semar (Genus nepenthes) atau Entuyut di puncak bukit.

Selain panjat tebing Bukit Kelam, peserta juga dapat mengikuti olahraga senapan angin, lomba lari 10 kilometer dengan pemandangan taman wisata Bukit Kelam, dan bersepeda santai.

BACA JUGA: Mencicipi Kuliner Khas Sintang, Rasanya Nendang!

Dalam sisi budaya, peserta akan disuguhkan dengan pagelaran budaya yang akan menampilkan atraksi seni dari masyarakat yang didominasi oleh Suku Dayak dan Melayu.

Pagelaran ini akan menampilkan Legenda Bujang Sebeji, tokoh legenda dari cerita rakyat Sintang tentang asal usul bukit kelam. Tidak kalah penting, lantunan suara sape, musik tradisional Kabupaten Sintang ini juga akan diperdengarkan kepada seluruh peserta festival.

Tidak hanya sampai di situ, peserta juga akan diperlihatkan dengan Gawai Dayak Sintang. Ini merupakan ungkapan syukur atas panen padi yang melimpah.

Kegiatan ini akan menampilkan ritual dan upacara tradisional otentik suku Dayak, parade budaya, dan kompetisi permainan tradisional seperti menyumpit, pangkak gasing, melukis, perisasi, menangkap babi, dan masih banyak lagi.

Sejalan dengan program wisata lestari yang digencarkan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Kabupaten Sintang akan menerapkan prinsip “ramah lingkungan” dalam seluruh rangkaian kegiatan Kelam Tourism Festival 2019.

BACA JUGA: Lukisan Figuratif Satwa Tertua di Dunia Ada di Pulau Kalimantan

Kabupaten Sintang sebagai inisator terbentuknya LTKL akan meminimalisir penggunaan kemasan sekali pakai, dan menggantinya dengan penggunaan piring rotan serta daun pisang untuk konsumsi kegiatan, tidak menggunakan botol/tas plastik, juga menyediakan isi ulang air minum bagi pembawa tumbler.

Peserta juga akan diwajibkan untuk menjaga kebersihan serta tidak merusakan kawasan wisata bukit kelam.

Untuk berpartisipasi di festival ini, peserta memilih tiga paket. Mulai dari Rp 5,5 juta untuk 3 hari 2 malam, Rp 9 juta untuk 5 hari 4 malam, dan Rp 13 juta untuk 7 hari 6 malam.

Biaya sudah termasuk tiket pesawat PP Pontianak-Sintang, transportasi selama di Sintang, penginapan, konsumsi, pemandu lokal, tapi tidak termasuk tiket pesawat Jakarta-Pontianak.

Jika berminat, Kawan GNFI bisa menghubungi Helen di nomor 0852-5265-6757 untuk informasi lebih lanjut.**

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Seberapa Tinggi Minat Baca Orang Indonesia di Mata Dunia? Sebelummnya

Seberapa Tinggi Minat Baca Orang Indonesia di Mata Dunia?

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal? Selanjutnya

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal?

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.