Papua Barat dan Keanekaragaman Hayatinya

Papua Barat dan Keanekaragaman Hayatinya

Potret seorang anak kecil di Raja Ampat © Iris Uijttewaal/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Mengenal keanekaragaman hayati yang dimiliki Papua Barat.
  • Sekitar 75 persen dari seluruh spesies karang keras terdapat di sana.
  • Kawasan Konservasi Perairannya mencapai luas 4,6 juta hektare.

Papua Barat dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di bumi. Lokasinya yang berada di jantung segitiga terumbu karang dunia (world coral triangle) menjadi salah satu alasannya.

Data dari Conservation International (CI) menyebutkan, sekitar 75 persen dari seluruh spesies karang keras (hard coral) dunia ditemukan di perairan Papua Barat, dengan lebih dari seribu jenis ikan karang dan 700 jenis moluska.

Oleh karenanya sejak 15 tahun CI Indonesia dan berbagai organisasi konservasi alam aktif membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk melindungi perairan di provinsi ini.

Setifaknya hingga awal tahun 2019, Papua Barat memiliki 4,6 juta hektare Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Area) atau lebih dari 25 persen target luas MPA nasional pada tahun 2020.

BACA JUGA: Gubernur Papua Barat Dapat Penghargaan dari Amerika

Di darat, hampir 90 persen wilayah Papua Barat masih merupakan kawasan hutan, dan pemerintah daerah telah berkomitmen untuk mempertahankan setidaknya 70 persen kawasan hutannya yang terdiri dari ekosistem penting seperti lahan basah, mangrove.

Selain itu, juga termasuk hutan dataran rendah yang kaya nutrisi, keanekaragaman hayati, produk non-kayu, dan fungsi-fungsi perlindungan alam untuk kesejahteraan kehidupan masayarakat provinsi tersebut.

Keanekaragaman Hayati yang dimiliki Papua Barat juga membuat gubernurnya, Dominggus Mandacan, diganjar penghargaan dari Amerika Serikat. Ia dianugerahi Global Conservation Hero atau Pahlawan Konservasi Global oleh Conservation International.

BACA JUGA: Harapan Sosok Pengawal Harta Karun Perairan dari Kaimana, Papua Barat

Malam penganugerahan dilakukan di Milk Studios, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Sabtu (8/6) malam waktu setempat.

"Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan dunia internasional atas upaya pemerintah provinsi Papua Barat dalam menjaga hutan, laut serta menjamin pemenuhan hak-hak masyarakat asli Papua Barat dengan pendekatan pembangunan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan," ujar sang gubernur dalam keterangan tertulisnya.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tradisi Bakar Tongkang Bagansiapiapi Sedot Wisatawan Mancanegara Sebelummnya

Tradisi Bakar Tongkang Bagansiapiapi Sedot Wisatawan Mancanegara

Sejarah Hari Ini (7 Juli 1977) - Museum Bahari, Tempat Memamerkan Kemaritiman Indonesia Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (7 Juli 1977) - Museum Bahari, Tempat Memamerkan Kemaritiman Indonesia

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.