Balon Udara Batik di Kota Batik

Balon Udara Batik di Kota Batik

Java Traditional Balloon Festival di Pekalongan © Sumber: Medcom.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Ribuan orang berkumpul di Stadion Hoegeng di Pekalongan, Jawa Tengah pada Rabu pagi untuk menyaksikan pelepasan 105 balon udara panas selama Java Traditional Balloon Festival.

Balon-balon itu dibuat oleh penduduk setempat untuk merayakan Syawalan, bulan pertama setelah Idulfitri.

Perayaan semacam itu sudah menjadi tradisi selama beberapa generasi di Pekalongan, namun festival yang diselenggarakan baru dimulai sejak tahun lalu. Dua tahun lalu, pilot maskapai mengeluh tentang balon udara panas besar yang terbang liar melintasi rute penerbangan mereka.

"Itu adalah tradisi, tetapi kita harus ingat bahwa balon terbang dapat menyebabkan gangguan penerbangan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Jawa Tengah bersama perusahaan navigasi udara milik negara AirNav memutuskan untuk menyelenggarakan Java Traditional Balloon Festival untuk membantu melestarikan tradisi yang telah ada serta meminimalkan risiko. Dalam festival itu, balon udara panas tidak diizinkan lepas landas tetapi sebaliknya harus tetap berlabuh di tanah menggunakan tali yang kuat.

Motif batik pada balon udara di Java Traditional Balloon Festival di Pekalongan | Sumber: Pemerintah Jawa Tengah

Ganjar juga menyebutkan tradisi lama menempelkan petasan ke balon udara panas, yang sekarang dilarang sangat berbahaya; pernah sekali petasan dipasang pada tabung gas dan menyebabkan kebakaran, ”katanya.

Festival balon udara panas tahun ini lebih besar dari perayaan sebelumnya, yang hanya melibatkan 38 balon. Balonnya berwarna-warni dan didominasi oleh motif batik untuk mencerminkan citra Pekalongan sebagai kota batik.

“Ini adalah tujuan wisata baru di Pekalongan. Semua balon itu menarik dan indah dengan karakteristik yang unik untuk Pekalongan," kata Ganjar.

Novie Riyanto Rahardjo, CEO AirNav yang mensponsori festival, mengatakan hadiah telah disiapkan untuk para peserta balon udara.

"Kami menyediakan hadiah uang sebesar Rp 70 juta, paket umrah, tiket pesawat, dan banyak doorprize,” katanya.

Seorang peserta bernama Hari mengatakan bahwa dia telah menghabiskan dua minggu mempersiapkan balonnya dengan teman-teman.

"Kami berharap bahwa acara ini akan diselenggarakan setiap tahun," ucap Hari.


Catatan kaki: Jakarta Post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Festival di Natuna Minggu Ini Sebelummnya

Festival di Natuna Minggu Ini

Sejarah Hari Ini (6 Juni 2007) - Transportasi Baru Kota Jakarta, Waterway Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (6 Juni 2007) - Transportasi Baru Kota Jakarta, Waterway

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.