Praoe Lajar, Rokoknya Para Nelayan

Praoe Lajar, Rokoknya Para Nelayan

Pabrik rokok Praoe Lajar © Okky Putri Rahayu

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawasan Kota Lama Semarang menjadi magnet baru bagi wisatawan. Bangunan tua, tembok-tembok Instagramable, tentu sayang untuk untuk tidak diabadikan. Sebut saja Gereja Blenduk yang fenomenal itu.

Di antara sekian banyak bangunan, ada satu yang asing. Tak banyak dibahas. Namun masih beraktivitas dengan masif. Ya, itu adalah bangunan pabrik rokok Praoe Lajar. Berada di sekitar Polder Tawang. Bangunan ini adalah asal muasal rokok lokal Semarang.

Rokok lokal Praoe Lajar ini memang tak begitu mencuat. Kalah telak dengan merk rokok kelas nasional. Terbukti 9 dari 10 orang mengaku tidak tahu mengenai merk ini.

Bagi yang pertama melihat bangunannya, juga tak berpikir bahwa gedung tersebut adalah pabrik rokok, yang bahkan masih aktif beroperasi.

Pabrik Praoe Lajar memiliki bentuk khas bangunan Belanda. Tergambar dari banyaknya jendela. Beberapa sisi lengkung, dan tembok yang tinggi.

Pada masa pendudukan Belanda, bangunan ini digunakan sebagai gedung perkantoran. yakni milik Maintz and Co, perusahaan energi swasta pertama yang membangun jaringan listrik Hindia Belanda.

Perusahaan ini juga melayani kebutuhan listrik pulau Jawa pada masa itu. Setelah masa pendudukan Belanda berakhir, gedung ini lantas dinasionalisasikan pada 2 Mei 1959, dan seterusnya beralih untuk pabrik rokok Praoe Lajar yang beroperasi hingga sekarang.

Rokok Praoe Lajar sendiri terkenal di kalangan masyarakat pesisir Indonesia. Sebut saja Pemalang, Tegal dan Pekalongan. Tak heran, rokok ini juga kental dijuluki rokok nelayan.

Tak jauh dari Pabrik Praoe Lajar, Polder Tawang juga tak kalah menarik dinikmati. Bendungan yang berfungsi sebagai penampung air rob itu, kian cantik saja.

Apalagi, jika dikunjungi saat pagi hari. Udaranya masih sejuk. Beberapa orang tampak berolahraga, dan cahaya dari matahari terbit memantul ke permukaan air.

Semburat jingga dan pantulan itu sangat sayang jika tak diabadikan. Belum lagi di pagi hari, puluhan burung juga terbang rendah di atas permukaan air. Hal ini menambah pemandangan dan kesejukan pagi hari.

Kombinasi pabrik bersejarah Praoe Lajar dan Polder Tawang bisa menjadi destinasi baru nan unik. Apalagi jika anda sedang bosan menunggu kereta di Stasiun Tawang, Semarang. Sebab, lokasi kedua objek wisata tadi, berada tepat di depan Stasiun Tawang. Selamat mencoba!

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
10 Bali Baru: Danau Seluas Singapura di Sumatra Utara Sebelummnya

10 Bali Baru: Danau Seluas Singapura di Sumatra Utara

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Okky Rahayu
@okikputri

Okky Rahayu

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.