Intip Keseruan Para Mahasiswa Saat Penutupan DARMASISWA di Solo

Intip Keseruan Para Mahasiswa Saat Penutupan DARMASISWA di Solo

Closing Ceremony Darmasiswa © ISI Surakarta

Saat ini, kebudayaan dan bahasa merupakan hal yang banyak diminati dari berbagai kalangan dan banyak orang dari penjuru dunia datang ke suatu tempat untuk mengetahui dan belajar kebudayaan serta bahasa di negara yang mereka inginkan, salah satunya Indonesia.

Banyak dari kita yang penasaran dengan sering melihat mahasiswa-mahasiswa asing turut ikut dalam kegiatan perkuliahan dan bisa berbahasa Indonesia.

Bukan tanpa alasan, mereka sengaja datang dan belajar kebudayaan Indonesia dengan program DARMASISWA.

DARMASISWA ini sendiri sudah dikembangkan pemerintah untuk wadah bagi para mahasiswa luar negeri yang ingin belajar tentang Indonesia. Sudah lebih dari 50 universitas di Indonesia yang menjalankan program ini.

Foto: darmasiswa.kemdikbud.go.id

Sejak tahun 1976, sudah 111 negara yang yang sudah bekerja sama dengan diplomatik Indonesia. Tujuannya, untuk mempromosikan dan menambah daya tarik di bidang bahasa, kesenian, dan budaya di Indonesia.

Mereka para mahasiswa juga bisa saling bertukar budaya kepada sesama peserta. Program ini hanya dilakukan selama satu tahun, dan tidak bergelar.

Pada Senin (17/6) lalu, ISI Surakarta menjadi tuan rumah untuk penutupan program DARMASISWA T.A 2018/2019 yang di ikuti 443 peserta.

Mereka menampilkan hasil belajarnya selama satu tahun ini, seperti Karawitan, Pedalangan, tari tradisional, hingga menyanyikan lagu daerah Indonesia.

”Program ini juga telah menjadi timbal-balik pemberian beasiswa antara Indonesia dengan negara mitra, dan telah menjadi program soft diplomacy or people to people contact dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.Para peserta telah melalui berbagai tahapan seleksi untuk mengikuti program ini,” kata Wasbiantoro saat jumpa pers di Lorin Hotel, Colomadu, Karanganyar, Kamis (13/6).

Ada 82 negara yang akan hadir dan memeriahkan penutupan program ini. Salah satu peserta dari Hungaria, Zsusza Lehocs mengaku sangat mencintai seni dan budaya Indonesia.

Saat ditemui, Zsusza sudah pandai bercakap bahasa Indonesia hingga nembang dalam bahasa Jawa. Ia sangat tertark dalam studi seni Tari dan Pedalangan.

Banyak dari alumni DARMASISWA yang masih melanjutkan studinya di ISI Surakarta, contohnya Leon.

Leon Diverto merupakan mahasiswa asal Meksiko yang mendalami Seni Karawitan dan saat ini ia menempuh program strata 1 di sini.


Catatan kaki: solotrust.com | darmasiswa.kemdikbud.go.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Menulis Membuat Hidupku Lebih Berwarna Sebelummnya

Menulis Membuat Hidupku Lebih Berwarna

Manfaatkan Hasil Penelitiannya Dengan Baik, Bambang Hero Saharjo Dianugerahi John Maddox Prize 2019 Selanjutnya

Manfaatkan Hasil Penelitiannya Dengan Baik, Bambang Hero Saharjo Dianugerahi John Maddox Prize 2019

kevin naufal
@kevin_naufal

kevin naufal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.