International Flower Competition di Bali, Sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan

International Flower Competition di Bali, Sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan

Hamparan Bunga © Creative Common 1.0 Universal/Lovepik.com

Kompetisi merawat bunga tingkat dunia atau International Flower Competition (IFC) 2019 di gelar di Bali. Kompetisi tersebut merupakan hasil kerja sama Hanging Gardens of Bali bersama INews.

Tujuan diadakannya IFC 2019 ini adalah untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup, dengan memiliki dan merawat taman bunga di rumah mereka.

Nier Peretz, pemilik Hanging Gardens of Bali, dikutip dari okezone.com menuturkan bahwa IFC 2019 ini merupakan pilot project dari kompetisi yang akan diadakan di kota-kota di Indonesia dan di dunia interasional. Kompetisi yang berangkat dari keprihatinan terhadap sampah plastik tersebut telah menutup pendaftaran pada 31 Maret 2019.

Seleksi pendaftaran IFC memilih sebanyak 185 peserta yang kemudian akan disaring menjadi 10 finalis. Dikutip dari tempo.co, menurut penuturan dari Zsa Sza Yusharyaha, selaku juri peserta bisa dari kalangan keluarga maupun komunitas, yang terpenting mereka memiiliki taman bunga di depan rumah.

Konfrensi Pers International Flower Competition | Sumber: INews.id

Peserta harus memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan untuk menjadi pemenang. Kriteria penting adalah melihat before dan after lokasi taman bunga yang harus ditanam di depan rumah peserta.

Hal tersebut, menurut Zsa Zsa sangat penting karena sebagai wujud keseriusan dari peserta dalam mengikuti kompetisi, kemudian nilai dampak terhadap lingkungan sekitar peserta, apakah memiliki dampak lain.

Selain itu, motivasi peserta juga menjadi pertimbangan. Zsa Zsa mengatakan bahwa hadiah dengan Rp 1 miliar memang menjadi motivasi tetapi kisah-kisah peserta yang menarik juga bisa menjadi penentu.

Kriteria lainnya adalah taman bunga tersebut harus berada di tempat terbuka, Zsa Zsa, dikutip dari INews, juga mengungkapkan bahwa kompetisi ini bukanlah untuk mempercantik rumah saja tetapi juga sebagai wujud gerakan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Penjurian IFC 2019 akan dilakukan oleh Zsa Zsa Yuzharyahya dan seniman I Nyoman Nuarta, serta selebgram, komedia, dan fotografer, Puja Astawa. Puncak acara IFC 2019 sendiri akan diselenggarakan pada Sabtu, 29 Juni 2019 di Lapangan Renon, Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali.

Catatan Kaki: tempo.co | inews.id | inews.id | okezone.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Ajang Temu Pelajar Diaspora Internasional di Inggris Sebelummnya

Ajang Temu Pelajar Diaspora Internasional di Inggris

Menyambut Kembali Maskot Ibu Kota yang Sempat Hilang Selanjutnya

Menyambut Kembali Maskot Ibu Kota yang Sempat Hilang

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.