Filosofi Jawa yang Membuat Hidup Lebih Bermakna (Part 3)

Filosofi Jawa yang Membuat Hidup Lebih Bermakna (Part 3)

wikipedia

Indonesia memiliki banyak tradisi dan budaya. Terlebih budaya Jawa yang masih terjaga. Budaya ini termasuk kata-kata mutiara atau kutipan yang memiliki filosofi. Sayangnya tidak semua paham tentang filosofi sebuah kutipan berbahasa Jawa.

Hal ini dikarenakan orangtua jaman sekarang tidak selalu mengajarkan bahasa dan budaya Jawa kepada anak-anaknya, karena menganggap bahasa jawa itu kuno. Muncullah kutipan “Wong Jowo ora njawani”, yang artinya orang jawa tidak paham jawa.

Padahal jika ditelaah, filosofi jawa adalah warisan leluhur dan terus berlaku sepanjang jaman. Karena warisan tersebut akan membuat kita senantiasa “Eling lan Waspodo” artinya Ingat dan waspada.

Berikut adalah kumpulan falsafah jawa tentang kehidupan beserta arti penjelasannya sesuai dengan pedoman hidup masyarakat Jawa :

hal-hal yang terkandung dalam filosofi ini. Intinya, kita harus menerima hasil dari pekerjaan kita.

  1. “Alon-alon waton klakon”

Filosofi ini seringkali diucapakan oleh banyak orang yang memiliki pesan yakni tentang keselamatan. Namun ternyata filosofi ini mengandung arti tentang kehatihatian, waspada, keuletan, dan pastinya keamanan.

  1. “Aja Adigang, Adigung, Adiguno”

Makna dari kutipan tersebut adalah, kita diharuskan untuk menjaga tata krama, tidak sombong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latarbelakang. Intinya, filosofi ini mengajarkan kita untuk tetap rendah hati.

Sumber : Elysetyawan.
  1. “Mangan ora mangan sing penting ngumpul”

Filosofi ini adalah sebuah peribahasa, banyak yang mengartikan “makan atau tidak makan yang penting berkumpul”. Namun ternyata bukan itu, kutipan ini memiliki arti penting bagi berdemokrasi.

Falsafah tersebut melambangkan demokrasi, yang mungkin satu pihak mendapatkan sesuatu (kekuasaan) sedangkan pihak yang lain tidak. Legowo atau menerima dengan lapang dada dengan apa yang sudah terjadi. “Sing penting ngumpul” memiliki arti persatuan, kebersamaan, yang artinya bersatu untuk tujuan bersama.

  1. “Wong jowo iki gampang di tekuk – tekuk”

Filosofi ini ini menunjukan orang jawa itu fleksibel, mudah bergaul dan memiliki kemampuan hidup di tingkay manapun

  1. “Saiki jaman edan yen ora edan ora komanan, sing bejo sing eling lan waspodo”

Arti dari filosofi ini dimana sekarang adalah zaman edan (gila), jika tida gila maka tidak mendapat bagian. Namun hanya orang yang ingat kepada Tuhan dan waspada yang akan beruntung.

--

Sumber : Bukubiruku.com, Elysetyawan, Wikipedia

Pilih BanggaBangga80%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli10%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Filosofi Jawa yang Membuat Hidup Lebih Bermakna (Part 2) Sebelummnya

Filosofi Jawa yang Membuat Hidup Lebih Bermakna (Part 2)

Nama Silsilah Keluarga dalam Budaya Jawa: Trah Keturunan Selanjutnya

Nama Silsilah Keluarga dalam Budaya Jawa: Trah Keturunan

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.