Dua Geopark Indonesia akan Didaftarkan ke UNESCO

Dua Geopark Indonesia akan Didaftarkan ke UNESCO

UNESCO Global Geoparks © Geo-in.eu

Geopark Pegunungan Meratus yang terlatak di Provinsi Kalimantan Selatan akan didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Selain Geopark Meratus, Taman Bebatuan Belitung juga akan didaftarkan.

Setelah menjadi Geopark Nasional, Meratus didaftarkan ke UNESCO sebagai upaya untuk melindunginya dari perusakan sumber daya alam oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Selatan, dikutip dari cnnindonesia.com, mengungkapkan jika kawasan Geopark tidak boleh dimanfaatkan untuk usaha lainnya kecuali untuk upaya pelestarian dan perlindungan alam, pengembangan wisata, dan budaya.

Meratus | Sumber: jejakrekam.com

Menurut penjelasan dari Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan, Isharwanto, rencana pendaftaran Geopark Pegunungan Meratus ke UNESCO akan dilaksanakan pada September atau Oktober 2019.

Geopark Meratus merupakan sebuah pegunungan ofiolit tertua di dunia dan merupakan kawasan yang memiliki 36 titik yang tersebar di 10 kabupaten dan kota se-Kalsel. Geosite tersebut telah diresmikan menjadi Geopark Nasional pada 24 Feburari 2019.

Adapun Geosite yang ditetapkan yakni berupa hutan, goa, air terjun, danau, perbukitan, pegunungan karst, lembah, dan lainnya. Termasuk juga kawasan pendulangan intan Cempaka Kota Banjarbaru.

Nurul Fajar Desira, Ketua Badan Pengelola Geopark Nasional Pegunungan Meratus, dikutip dari mediaindonesia.com, mengungkapkan bahwa penetapan geopark Meratus dapat menjamin kawasan pegunungan Meratus bebas ekspansi pertambangan dan perkebunan sawit.

Selain Geopark Pegunungan Meratus, Taman Bebatuan Belitung juga direncanakan untuk didaftarkan menjadi geopark dunia.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah, dikutip dari antaranews.com, mengungkapkan bahwa Bangka Belitung tidak hanya dianugerahi pantai yang indah tapi juga taman bebatuan yang berusia ribuan tahun. Taman bebatuan tersebut menjadi aset berharga pemerintah daerah guna meningkatkan kunjungan wisatawan nasional dan internasionl.

Sebelumnya, Kawasan Taman Bumi (Geopark) Belitung sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional dan telah mengungkapkan rencana melangkah menuju jaringan global Geopark UNESCO. Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dikutip dari cnnindonesia.com, mengatakan nilai ekonomi pada setiap pengembangan Geopark agar dapat menjadi destinasi pariwisata yang sustainable dan self-financing atau swadana.

Taman Bumi Belitung | Sumber: mediaindonesia.com

Geopark Pulau Belitung memiliki 12 geosites yang terletak di dua kabupaten, yakni Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Open Pit Nam Salu di Belitung Timur menjadi salah satu yang paling popular dengan latar belakang sejarah pertambangannya.

Catatan Kaki: cnnindonesia.com | mediaindonesia.com | mediaindonesia.com | kumparan.com | antaranews.com | cnnindonesia.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Kota di Jawa Timur Ini Terpilih Sebagai Kota Kreatif Indonesia Sebelummnya

Kota di Jawa Timur Ini Terpilih Sebagai Kota Kreatif Indonesia

Peringati Hari Gunung Sedunia, Mapala UMN Terapkan Konsep Less Waste Pada Pendakian Perdananya Selanjutnya

Peringati Hari Gunung Sedunia, Mapala UMN Terapkan Konsep Less Waste Pada Pendakian Perdananya

Kendita Agustin M.A
@kenditaagustin

Kendita Agustin M.A

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.