1001 Cerita Dari Tanah Lot Pulau Jawa

1001 Cerita Dari Tanah Lot Pulau Jawa

Ismoyo Island © tanahnusantara.com

Bagi warga Jawa Timur, khususnya Malang, pastinya sudah tidak asing dengan pantai Balekambang. Pantai yang terletak di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Banur, Kabupaten Malang ini menyimpan banyak fakta menarik mulai dari sejarah hingga destinasi yang menarik untuk diulas.

Menurut warga setempat, lokasi pantai ini ditemukan pada tahun 1970-an, oleh seorang perangkat Desa dari Desa Srigonco yang membuka akses jalan dari pusat pemukiman sampai Pantai Balekambang ini. Guna mempermudah akses orang luar desa untuk mencapai Balekambang.

Sering kali, orang-orang menyebutnya dengan Tanah Lot Pulau Jawa. Sekitar tahun 1980-an lokasi ini diresmikan oleh Bupati Malang, Eddy Slamet, dan menjadi terkenal sebagai destinasi wisata.

Di balik keindahannya, Pantai Balekambang menyimpan banyak sejarah yang menarik untuk diulas. Konon, orang yang pertama kali membuka jalan di hutan Pantai Balekambang ini bernama Syaikh Abdul Jalil. Ia merupakan seorang ulama yang dipercaya berasal dari Yogyakarta.

Saat ini, lokasi makam Syaikh Abdul Jalil berada satu kilometer dari pantai Balaikambang menjadi tempat berziarah umat muslim dari berbagai daerah. Biasanya, para peziarah banyak ditemui pada tahun baru Hijriyah dalam prosesi ‘Suroan’. Banyak wisatawan lokal yang ke sini sengaja ingin melihat prosesi yang jatuh pada bulan Suro/Muharram itu.

Perayaan Nyepidi Pantai Balekambang | Sumber : Radar Malang

Selain itu, umat hindu di daerah Pantai Balekambang ini juga biasa merayakan saat perayaan Hari Raya Nyepi. Pantai ini akan lebih ramai dari biasanya karena sengaja ingin melihat prosesi perayaan Nyepi yang dilaksanakan di Pura Amarta Jati yang terletak di Pulau Ismoyo.

Pulau ini termasuk bagian dari gugusan-gugusan pulau kecil yang terletak di kawasan Balekambang. Terdapat pulau kecil-kecil lainnya, antara lain Pulau Wisanggeni dan Pulau Anoman. Pulau-pulau kecil ini dihubungkan oleh jembatan yang memang dibangun warga setempat.

Pura Amarta Jati | sumber : Cozy Tour and Travel

Kawasan Malang selatan ini banyak terdapat banyak tujuan wisata yang menarik. Di sekitar Balekambang ini terdapat Pantai Goa Cina, Pantai Clungup, Pantai Sendang Biru, dan Pulau Sempu.

Konon air di sekitar area Balekambang dapat membuat awet muda, sehingga tidak jarang bisa kita temui wisatawan-wisatawan yang berendam atau sekedar mengusapkan air ke wajah mereka.

Pantai ini memiliki pasir putih yang menawan dipadukan airnya yang biru dan pesisir pantai yang tidak begitu banyak karang, yang membuat betah berlama-lama di kawasan ini.

Kawasan ini terbilang cukup mudah untuk dijangkau, meskipun untuk menuju kawasan ini harus melewati jalan pegunungan yang berkelok-kelok. Berjarak sekitar 65 km dari pusat kota Malang, perjalanan ini akan memakan waktu selama kurang lebih 3 jam.

Sumber: YouTube

Untuk kawan GNFI yang ingin berlibur ke pantai ini, ada beberapa tips untuk mengaksesnya:

1. Pilihlah hari selain hari libur atau peak season, karena pada saat ini, pengunjung akan ramai berdatangan ke tempat ini.

2. Pantai ini juga terdapat banyak ubur-ubur, jadi tetap berhati-hati saat bermain di tepi pantai. Efek yang ditimbulkan bisa membuat kulit terasa terbakar, gatal-gatal, hingga melepuh.

3. Untuk biaya tiket masuk, hanya Rp 15.000 per orangnya, dan biaya parkir Rp 5.000 untuk motor, sedangkan mobil Rp 10.000.

Bagi masyarakat luar Jawa, bisa mengakses dengan tujuan Bandara Abdul Rachman Saleh, kota Malang. Kemudian dilanjutkan dengan moda transportasi lainnya untuk mengakses kawasan pantai ini.

Mudah bukan? Apa kawan GNFI tertarik untuk mengunjungi destinasi ini?


Catatan kaki: ngalam.co | muxika.info

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Jaran Jenggo, Saatnya Kuda Ber-disko Sebelummnya

Jaran Jenggo, Saatnya Kuda Ber-disko

Manfaatkan Hasil Penelitiannya Dengan Baik, Bambang Hero Saharjo Dianugerahi John Maddox Prize 2019 Selanjutnya

Manfaatkan Hasil Penelitiannya Dengan Baik, Bambang Hero Saharjo Dianugerahi John Maddox Prize 2019

kevin naufal
@kevin_naufal

kevin naufal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.