Berlatih Mengolah Sampah Organik Jadi Produk Zero Waste

Berlatih Mengolah Sampah Organik Jadi Produk Zero Waste
info gambar utama

Tradisi untuk membuang sampah di sungai maupun membakar secara langsung sudah berlangsung dalam kurun waktu yang lama di Desa Sananrejo.

Masyarakat Desa Sananrejo bukan tanpa alasan melakukan tradisi tersebut. Untuk mendapatkan akses pembuangan sampah ke lokasi TPA/TPS, masyarakat harus membayar atau pergi ke desa lain.

Di Desa Sananrejo, fasilitas pembuangan sampah seperti TPA dan TPS masih belum tersedia. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya pembuangan sampah di tempat yang tidak seharusnya menjadi lokasi pembuangan sampah.

Sebagian besar dari hasil produksi sampah di Desa Sananrejo merupakan sampah organik. Sampah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari langsung dibuang tanpa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Padahal, limbah organik yang dihasilkan sangat berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sananrejo.

Oleh karena itu, Tim Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya , Umi Fadhilah (TEP 2017), Muhammad ‘Abid (TEP 2017), Savira Ananda Dwita (TEP 2017), Nadhil Satria Ridwan Ramandha (TEP 2017) dan Riqqi Rahmaddian Putra Ramadhan (TEP 2018) di bawah bimbingan bapak Yusuf Hendrawan, STP., M. App Life Sc., Ph.D melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan kiprahnya melalui program berbasis Zero Waste dengan Judul ZEWASTO (Zero Waste Multiproduct): Pemanfaatan Limbah Baglog sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Desa Sananrejo Malang.

Dok. Penulis
info gambar

ZEWASTO merupakan program pelatihan terpadu dalam penanganan limbah organik di Desa Sananrejo. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan limbah organik berbasis zero waste untuk menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

Adapun limbah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai sumber makanan pada budidaya BSF dan limbah baglog digunakan sebagai media penetasan telur BSF, media pupasi induk BSF dan berbagai produk karya.

Hingga saat ini, program ZEWASTO masih berlanjut dan akan terus dikembangkan untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sananrejo.

Melalui program ini, limbah organik rumah tangga berkurang sebanyak 86,4 persen setiap bulannya dan dapat mengurangi limbah baglog hingga 40,725 persen.

Program ZEWASTO dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sananrejo dengan penjualan produk BSF sebesar Rp 1.500.000 per bulan dan karya dari limbah baglog sebesar Rp 1.247.500 per bulan.

Langkah selanjutnya dari program ini yaitu bekerja dengan dinas pemerintahan terkait untuk mendukung keberlanjutan program. Berikut dokumentasi dari program ZEWASTO.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SM
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini