Petir di Depok Masuk Buku Rekor Dunia. Kok Bisa?

Petir di Depok Masuk Buku Rekor Dunia. Kok Bisa?

Ilustrasi petir © brilio.net

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebagai salah satu kota yang menunjang kehidupan di Jakarta, Depok memiliki keunikan sendiri. Kota yang memiliki 11 kecamatan dan 63 kelurahan ini dijuluki sebagai kota petir.

Kenapa begitu?

Kota Depok disebut sebagai kota petir dikarenakan kota ini memiliki petir yang paling berbahaya di dunia dan paling sering terjadi.

Proses terjadinya petir l Sumber: halo edukasi

Petir merupakan kilatan cahaya di langit kemudian disusul oleh suara menggelegar yang disebut guruh (gemuruh).

Petir dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif. Dari sini petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Perbedaan potensial yang cukup besar menyebabkan pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi.

Dikutip dari grid.id, terdapat tiga syarat pembentukan petir yaitu udara naik, kelembapan, dan partikel bebas atau aerosol – terpenuhi dengan baik di Indonesia sebagai negara maritim.

Indonesia selama ini memang dikenal sebagai negara dengan sambaran petir cukup tinggi. Kondisi meteorologis Indonesia juga sangat ideal bagi terciptanya petir.

Sumber: inews.id

Fenomena petir ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan pada tahun 2002 oleh Prof. Dr. Ir. Dipl. Ing. Reynaldo Zoro dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Penelitian ini mencatat bahwa petir terganas di Indonesia ada di Kota Depok.

Hasil dari penelitian tersebut mendapati bahwa petir yang ada di Kota Depok memiliki arus petir negatif berkekuatan 379,2 KA (Kilo Ampere) dan petir positif mencapai 441,1 KA

Dengan hasil tersebut, maka arus petir yang cukup besar di Kota Depok mampu meratakan bangunan gedung yang terbuat dari beton sekalipun.

Daerah yang paling rawan terjadi petir yaitu wilayah Depok bagian selatan seperti Sawangan dan Cinere.

Penelitian sebelumnya dilakukan di Kawasan Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Peneliti mengira bahwa di daerah tersebut memiliki arus petir yang cukup tinggi. Namun, setelah dilakukan penelitian di Kota Depok, peneliti menyatakan bahwa arus petir paling ganas terjadi di Kota Depok.

Hal ini terjadi karena Kota Depok dipengaruhi angin lembab dan angin gunung dari bukit barisan, serta angin lokal dari angin darat dan angin laut Kepulauan Riau dan Selat Malaka. Hal tersebut menjadi penyebab awan petir dengan kerataan dan sambaran petir yang tinggi terjadi di kota ini.

Tak hanya itu, kandungan besi tanah di Kota Depok juga terbilang cukup tinggi. Oleh karenanya, sambaran negatif jumlahnya lebih tinggi daripada positif atau samparan antarawan.

Sumber: Xinhua.net

Fenomena ini semakin diperkuat dengan adanya catatan PLN Depok, bahwa sepanjang tahun 2001 telah terjadi 340 sambaran positif, 8.2250 kali sambaran negatif, dan 1151 sambaran antar-awan dengan kekuatan maksimum yang tercatat mencapai 290,2 KA

Tak heran jika kawasan Kota Depok sering mendapatkan peringatan dini akan cuaca ekstrem yang akan menerjang. Hal tersebut tentunya sebagai upaya agara masyarakat khususnya Kota Depok agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas.

Dengan adanya fenomena ini maka Kota Depok tercatat ke dalam Guinness Book Of World Record sebagai kota dengan petir terganas di dunia.


Catatan kaki: grid.id l yukepo.com l kumparan.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga13%
Pilih SedihSedih6%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau66%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Bukan “Kucing Oren”, tapi Kucing Inilah yang Asli Indonesia Sebelummnya

Bukan “Kucing Oren”, tapi Kucing Inilah yang Asli Indonesia

Kerupuk Melarat Cirebon, Camilan Unik yang Digoreng Tanpa Minyak Selanjutnya

Kerupuk Melarat Cirebon, Camilan Unik yang Digoreng Tanpa Minyak

Atika Puji
@atikaapjpw

Atika Puji

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.