Apa Bedanya Anggrek Hitam Kalimantan dan Papua?

Apa Bedanya Anggrek Hitam Kalimantan dan Papua?

Anggrek hitam Kalimantan © YouTube

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Keberagaman flora Nusantara saat ini menjadi menjadi pusat perhatian dunia, khususnya para kolektor tanaman dan para peneliti yang sedang berlomba-lomba untuk mengumpulkan tanaman-tanaman langka dari Indonesia. Salah satunya anggrek, yang menjadi sorotan karena disebut-sebut tanaman tropis yang eksotik nan langka.

Ada banyak jenis anggrek di dunia, dari anggrek ungu, anggrek bulan, anggrek tanah, hingga anggrek hitam. Dari semua jenis anggrek ini, ada satu jenis yang khas dari Indonesia namun sangat sulit ditemukan, yakni anggrek hitam.

Anggrek hitam termasuk dalam spesies anggrek yang banyak tumbuh di semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga daratan Papua. Saking terkenalnya, anggrek yang mempunyai nama latin Coelogyne pandurata ini menjadi maskot kota Kalimantan Timur.

Anggrek hitam | Foto: Flickr

Habitat anggrek hitam ini mulai menyusut dikarenakan penurunan jumlah hutan yang kian menurun. Itu diperparah dengan ulah-ulah kolektor dan pedagang nakal yang memperjualbelikan tanaman ini secara massal.

Diberi nama anggrek hitam, karena anggrek satu ini memiliki kelopak yang berbentuk lidah berwarna hitam dengan sedikit corak berwarna hijau dan berbulu. Bunga jenis ini cukup harum dan biasa mekar pada pertengahan bulan Maret hingga Juni.

Namun, bagaimana dengan anggrek hitam yang tumbuh di daerah Papua? Apakah sama dengan yang tumbuh di Kalimantan? Sekilas kedua bunga ini memang tampak mirip, tapi terlihat perbedaan yang mencolok dari kedua kelopaknya.

Anggrek hitam Kalimantan memiliki corak berwarna hijau. Beda halnya dengan anggrek hitam Papua, bunga ini memiliki warna yang lebih elegan dan terkesan lebih berani.

Pada alam liar, anggrek hitam Kalimantan biasa hidup di pepohonan tua yang berada di sekitar pantai atau rawa, dengan durasi mekar selama 5 sampai 6 hari.

Berbeda dengan anggrek hitam Papua, tanaman yang dijuluki sebagai flame of Irian ini memang tumbuh pada dataran rendah yang bersuhu sekitar 30-35 derajat Celsius dan memiliki masa mekar3-5 kali dalam satu bulan.

Bunga eksotik ini bisa tumbuh hingga mencapai 40-60 cm dan tumbuh merambat pada pepohonan yang bisa mencapai 5 meter tingginya.

Selain itu, bunga anggrek hitam Kalimantan memiliki aroma yang sama seperti bunga anggrek pada umumnya, sedangkan untuk bunga anggrek hitam Papua memiliki bau yang lebih semerbak dan memiliki bau khas unik yang hanya dimiliki anggrek hitam Papua ini.

Anggrek hitam Papua| Foto: Wikimedia

Membudidayakan anggrek hitam Kalimantan juga cukup mudah dalam perawatannya, sama seperti anggrek pada umumnya. Sementara penanaman dan pembudidayaan anggrek hitam Papua lebih sulit dan lebih rentan gagal, karena harus membutuhkan keahlian tingkat tinggi.

Secara populasi di alam liar, populasi anggrek hitam lebih langka dan sudah sangat jarang ditemukuan di alam liar dibandingkan dengan anggrek hitam Kalimantan. Anggrek hitam Papua ini sudah ditetapkan sebagai tanaman yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Harga bibit tanaman juga menjadi faktor pembeda antara anggrek hitam Kalimantan dan anggrek hitam Papua. Untuk bibit anggrek hitam Kalimantan memiliki harga yang lebih murah dan sama dengan bibit anggrek pada umumnya, sedangkan anggrek hitam Papua memiliki bibit dengan harga bisa mencapai jutaan rupiah.

Bagaimana kawan GNFI? Tertarik untuk membudidayakannya?


Catatan kaki: jenis-perbedaan | genpi.co

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga39%
Pilih SedihSedih18%
Pilih SenangSenang3%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi21%
Pilih TerpukauTerpukau18%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tampil Menawan Sembari Cintai Lingkungan Sebelummnya

Tampil Menawan Sembari Cintai Lingkungan

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

kevin naufal
@kevin_naufal

kevin naufal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.