Bunga Wijayakusuma, Si Ratu Malam yang Langka

Bunga Wijayakusuma, Si Ratu Malam yang Langka

Bunga wijaya kusuma © Pinterest

Bunga Wijayakusuma, merupakan tanaman langka yang kini menjadi lirikan kolektor-kolektor asing untuk memburunya. Bunga yang mempunyai nama latin Epiphyllum anguliger ini ternyata termasuk tanaman jenis kaktus, lho.

Tanaman yang tumbuh di daratan Papua dan Jawa ini termasuk tanaman kelas dicotiledoneae yang dapat hidup dengan daerah beriklim sedang hingga tropis.

Pasti banyak yang mengira bahwa tanaman ini berasal dari Indonesia, namun faktanya tanama ini sejatinya berasal dari Venezuela, Amerika Latin. Tanaman Wijayakusuma ini dibawa oleh pedagag-pedagang Tiongkok ke Indonesia pada masa kerajaan Majapahit kala itu.

Bunga yang populer dengan julukan Ratu malam ini termasuk golongan bunga besar, dengan ciri-ciri berwarna seperti gading dengan rona merah muda di sekitar tangkainya, dan terlihat sangat elegan saat mekar dengan bentuk seperti terompet.

Tanaman ini memiliki daun yang berwarna hijau, berbentuk terkesan pipih, dan bagian ujung di sekitar daun terdapat lekukan kecil dan keras. Ukuran bunga ini sekitar 17 hingga 19 cm.

Bunga ini bukan termasuk kategori tanaman langka atau dilindungi, tapi yang membuat istimewanya adalah momen saat bunga wijayakusuma ini mekar yang hanya terjadi saat malam hari, bahkan dini hari.

Inilah yang menjadikan para penggemar fotografi berlomba-lomba untuk mendapatkan momen langka tersebut, hingga rela menunggu berjam-jam hanya ingin membuktikannya.

Saat mekar, bunga ini hanya mampu bertahan selama beberapa jam saja dan mengeluarkan bau yang sangat wangi, setelah itu tanaman ini akan layu.

Jenis bunga wijayakusuma | Foto: flickr

Alasan bunga wijayakusuma ini hanya mekar pada malam hari adalah, bunga ini menyesuaikan suhu terdingin dari suhu alam dan mengeluarkan bau yang dapat menarik perhatian serangga malam.

Itu bertujuan agar serangga tertarik untuk hinggap di bunga ini, dan sekaligus membantu proses penyerbukan yang kelak akan tubuh buah dari tanaman ini.

Saking langkanya, bunga wijayakusuma ini pernah dimitoskan dalam kebudayaan Jawa sejak zaman kerajaan Majapahit. Seseorang dari kerajaan Majapahit mengatakan bahwasanya siapa saja yang berhasil mendapatkan setangkai bunga wijayakusuma dalam keadaaan mekar, maka akan mendapat keberuntungan hidup. Sejak zaman dahulu, bunga Wijayakusuma dipercaya menjadi bunga yang ampuh untuk mengobati segala penyakit.

Oleh karena termasuk golongan kaktus, tanaman wijayakusuma ini tidak tahan terhadap tanah yang cenderung basah atau diberi air secara rutin.

Budidaya bunga wijayakusuma

Saat ini sedang ­ngetren bagaimana cara membudidayakan tanaman ini untuk ditanam di rumah. Begini caranya!

Dikutip dari lestarimk.com, yang pertama harus dilakukan adalah pembibitan. Selanjutnya memeberinya media tanam berupa tanah, pupuk organik, humus, dan pasir dengan perbandingan 3:1:1:2 kemudian di aduk merata.

Setelah semua bahan-bahan diatas terkumpul, kita dapat menanam tanaman wijayakusuma dengan memasukkan bibit yang telah kita pilih sebelumnya ke dalam media tanam. Kemudian, tutup kembali bibit tersebut dengan menggunakan tanah.

Selanjutnya, bibit tersebut diletakkan pada posisi kedalaman 5 cm. Setelah melakukan penanaman, kita dapat memberikan penyiraman dengan menggunakan air agar bibit yang telah ditanam dapat melakukan pertumbuhan sesuai sebagaimana seharusnya.

Tanaman wijayakusuma ini sangat tidak tahan dengan air. Apabila kita terlalu banyak memberikannya maka tanaman ini cepat membusuk, dan jika kita kurang memberikan air di saat kita menanamnya, maka akan terjadi kemungkinan pertumbuhan tanaman ini akan menjadi terganggu.

Kita harus mengatur dosis air yang diperlukan untuk menanam wijayakusuma dengan keadaan yang ada di lingkungan. Sebaliknya apabila kita berada di musim kemarau, sebaiknya kita juga melakukan penyiraman secara berkala dan teratur.

Penanaman bunga dalam pot | Sumber: Flonimal

Seperti tanaman lainnya, kita juga harus memberinya pupuk. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, baik itu menggunakan bahan dasar dari binatang maupun tumbuhan, kita juga dapat juga memberikan pupuk buatan.

Dalam pemberian pupuk, yang harus diperhatikan adalah interval pemberian dari pupuk itu sendiri. Sebaiknya, kita memberikan pupuk dalam periode dua waktu sekali.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tidak lupa untuk melakukan penyiangan terhadap tanaman wijayakusuma. Dalam hal ini, penyiangan termasuk sebagai upaya pencegahan serangan hama dan parasit terhadap tanaman yang telah kita rawat. Cabutlah tanaman-tanaman atau gulma serta hama yang terdapat disekitar tanaman wijaya kusuma.

Semoga cara-cara di atas membantu rasa penasaran kita dan tidak perlu menelusuri hutan pada malam hari hanya untuk melihat bunga ini mekar.


Catatan kaki: intisari.grid.id | lestarimk.com

Pilih BanggaBangga44%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang16%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau36%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Tengkawang dan Manfaatnya yang Segudang Sebelummnya

Tengkawang dan Manfaatnya yang Segudang

Reyog Jazz Ponorogo; Kolaborasi Budaya Lokal dengan Musik Jazz Selanjutnya

Reyog Jazz Ponorogo; Kolaborasi Budaya Lokal dengan Musik Jazz

kevin naufal
@kevin_naufal

kevin naufal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.