Ini Hal yang Wajib Kamu Ketahui Mengenai Situs Warisan Dunia Terbaru dari Indonesia

Ini Hal yang Wajib Kamu Ketahui Mengenai Situs Warisan Dunia Terbaru dari Indonesia

Salah satu kawasan eks tambang batubara Sawahlunto © Sumber: Breakingnews.co.id

UNESCO telah memasukkan tambang batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat, dalam daftar Warisan Dunia.

Dikenal sebagai tambang batubara tertua di Asia Tenggara, Sawahlunto terletak di antara pegunungan Polan, Pari, dan Mato. Berikut ini semua yang perlu Anda ketahui tentang situs bersejarah tersebut, seperti yang disusun oleh kompas.com:

Sejarah

Geolog Belanda, Willem Hendrik de Greve, menemukan potensi penambangan batu bara yang signifikan di tepi Sungai Ombilin pada tahun 1867.

Aktivitas penambangan pertama dilakukan di desa Sungai Durian sebelum pemerintah Belanda membangun perusahaan penambangan batubara pada tahun 1888.

Menurut Departemen Kebudayaan dan Pendidikan konstruksi berlanjut sampai 1891 dan perusahaan mulai beroperasi pada tahun 1892 dengan produksi awal 47.833 ton. Bahkan, pada tahun 1930, produksi batubara di Sawahlunto berhasil memenuhi 90 persen kebutuhan energi Hindia Belanda.

Namun, kejayaan tambang batubara ini mulai menurun ketika Jepang tiba dan mengambil alih Sawahlunto. Tetapi sejak kemerdekaan Indonesia, situs pertambangan ini telah dikelola oleh pemerintah.

Sumber: Netralnews.com
Salah satu objek wisata di Sawahlunto | Sumber: Netralnews.com

Kawasan industri

Keberhasilan Sawahlunto di akhir abad ke-19 mengubahnya menjadi situs industri yang ramai dengan aktivitas, termasuk perdagangan. Daerah tersebut bahkan berkembang menjadi daerah pemukiman.

Pada waktu itu, pemerintah kolonial Belanda telah membangun jaringan transportasi, seperti sistem kereta api yang mengirimkan batubara dari Sawahlunto ke pantai barat Sumatra. Pemerintah juga membangun Pelabuhan Emmahaven (dikenal sebagai Teluk Bayur), yang kemudian menjadi pelabuhan untuk mengekspor batu bara menggunakan kapal uap Belanda SS Sawahlunto dan SS Ombilin.

Ketingganger

Ketingganger (Bahasa Belanda untuk orang yang dirantai) adalah tahanan dari Jawa dan Sumatra yang diangkut ke penambangan dengan kaki, tangan, dan leher mereka dirantai. Begitu mereka tiba di Sawahlunto, mereka bekerja sebagai buruh.

Situs wisata

Sawahlunto memiliki berbagai tujuan wisata, seperti Museum Penambangan Batubara Ombilin dimana pengunjung dapat belajar tentang sejarah perusahaan, alat-alat yang digunakan untuk menambang dan mengunjungi bekas situs penambangan yang telah diubah menjadi kebun binatang, danau, dan jalur berkuda.

Beberapa bagian dari situs penambangan batubara bersejarah Sawahlunto tetap tidak berubah, termasuk terowongan Mbah Soero, asrama pekerja dan tempat untuk menyaring batubara.


Catatan kaki: Kompas | Jakarta Post

Pilih BanggaBangga73%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau9%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Anak Muda Dunia Siapkan Diri Melakukan Aksi Sosial bersama AIESEC untuk Surabaya Sebelummnya

Anak Muda Dunia Siapkan Diri Melakukan Aksi Sosial bersama AIESEC untuk Surabaya

Reyog Jazz Ponorogo; Kolaborasi Budaya Lokal dengan Musik Jazz Selanjutnya

Reyog Jazz Ponorogo; Kolaborasi Budaya Lokal dengan Musik Jazz

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.