Qute dan Tron, Dua Inovasi Kekinian di Bidang Transportasi

Qute dan Tron, Dua Inovasi Kekinian di Bidang Transportasi

Angkutan Umum Ibu Kota © Foto: Tirto.id

Apakah kalian pernah menonton serial televisi berjudul Si Doel Anak Betawi? Pasti familiar dengan kendaraan milik keluarga yang juga digunakan sebagai mata pencaharian ayah Doel, yup! Oplet. Oplet memiliki bentuk unik dengan warna biru yang khas. Dahulu sejak 1930-1970-an moda transportasi tersebut cukup diandalkan di Jakarta.

Namun, seiring berjalannya waktu oplet tak lagi menjadi primadona lalu ‘diistirahatkan’. Hingga saat Tjokropranolo menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 1980 keberadaan oplet secara resmi tergantikan dengan mikrolet.

Perkembangan zaman tentu mempengaruhi perkembangan teknologi pada alat transportasi. Para produsen berlomba menciptakan inovasi demi menunjang kehidupan manusia. Salah satu bentuk inovasi dalam moda transportasi umum adalah Qute.

Qute | Foto: mobilmo.com

Mungkin kamu pernah melihat bajaj dengan bentuk baru dan warna biru yang menyala. Yap! Itu adalah Qute. Semenjak bemo dilarang beroperasi oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada 6 Juni 2017, para mantan sopir tersebut beralih mengemudi Bajaj Qute.

Kapasitas Bajaj Qute maksimal empat orang termasuk supir, atau hanya bisa mengangkut paling banyak tiga penumpang sekali jalan. Bajaj roda empat pabrikan India ini desainnya lebih modern dan futuristik. Kecepatannya mampu mencapai 60-70 km/jam. Bahan bakarnya jauh lebih irit yaitu 1 liter per 36 kilometer.

Salah satu trayeknya yakni Pademangan-Stasiun Kota dikenakan ongkos sekitar Rp 5000 per orang. Sama seperti angkutan umum lainnya, Bajaj Qute baru akan jalan bila penumpangnya sudah penuh.

Getaran yang dihasilkan jauh lebih tenang dibanding bajaj yang sebelumnya ada. Selain itu terdapat perangkat audio yang bisa dihubungkan dengan kabel USB. Jadi bisa mendengarkan musik sembari menikmati perjalanan.

TRON aplikasi pesan angkot | Foto: beritabekasi.com

Bentuk inovasi dibidang transportasi yang juga unik adalah TRON, aplikasi online khusus angkutan kota (angkot). Mengutip dari idntimes.com, David Santoso selaku Chief Executive Officer (CEO) PT. Teknologi Rancang Olah Nusantara menganggap pasar transportasi daring tidak menjaring angkot yang sudah ada sejak lama.

Serupa dengan aplikasi transportasi lainnya, pengguna menentukan titik penjemputan terlebih dahulu. Keuntungan yang didapat adalah ongkos yang lebih murah dan anti ngetem sehingga penumpang bisa lebih cepat sampai di tujuan.

TRON resmi diluncurkan pada 10 April 2019 dan terus disosialisasikan hingga saat ini. TRON baru melayani trayek angkutan K-11A dan K-11B di Kota Bekasi. Tapi tenang, layanan aplikasi TRON akan diperluas ke kota-kota lainnya, kok.

Jadi makin tertarik naik kendaraan umum bukan?

Sumber: liputan6.com | idntimes.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

'Sajen' Favorit Orang Amerika Sebelummnya

'Sajen' Favorit Orang Amerika

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil Selanjutnya

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.