Simposium PPI Dunia Lahirkan Inovasi Berkelanjutan Untuk Indonesia

Simposium PPI Dunia Lahirkan Inovasi Berkelanjutan Untuk Indonesia

Closing Ceremony © Arsip Panitia SI PPI Dunia 2019

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia menyelenggarakan acara Simposium Internasional ke-11 di Johor Bahru, Malaysia pada Rabu (10/7) sampai Minggu (14/7).

Simposium tahun ini dilaksanakan di bilangan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dengan mengangkat tema “Inovasi Berkelanjutan Sebagai Sumbangsih Pemuda Indonesia Untuk Kemandirian Bangsa”.

PPI Malaysia sebagai tuan rumah berhasil mendatangkan 260 delegasi yang berasal dari 34 PPI Negara dan 48 BEM Kampus di Indonesia.

Pada pembukaan acara yang digelar di Dewan Sultan Iskandar pada Rabu (10/7), turut hadir beberapa tamu undangan seperti Bapak Mokhammad Farid Ma’ruf, Ph. D selaku Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Prof. Datuk Ir. Dr. Wahid Umar selaku Presiden UTM dan Prof. Ismunandar selaku Dirjen Pembelajaran, dan Kemahasiswaan Menristekdikti serta beberapa pejabat dari KJRI Johor Bahru.

Pasca-pembukaan, para peserta dibagi beberapa kelompok untuk kemudian mengikuti diskusi panel. Adapun tema pembahasan diskusi panel tersebut di antaranya; Peran Pendidikan dan Riset, Peran Industri Kreatif, Peran Pemerintahan Daerah, serta Peran Teknologi terhadap Inovasi Berkelanjutan di Indonesia.

Prof. Dr. H. Irwan Prayitno sebagai salah satu pengisi pada panel pemerintahan daerah menyampaikan sebuah pesan, menurut beliau ketika kita melihat ada ketidakberesan pada suatu hal sehingga kita memperbaikinya, saat itu kita sudah berinovasi.

Acara dilanjutkan dengan coaching session dan Start Up Festival untuk para delegasi tambahan dan delegasi BEM Kampus Indonesia, adapun para delegasi utama dari 34 negara diarahkan untuk mengikuti sidang internal PPI Dunia yang dimulai sejak pukul 09.30 hingga 22.30 waktu lokal Malaysia.

Berdasarkan hasil sidang internal PPI Dunia, saudara Fadlan Muzakki terpilih sebagai Koordinator PPI Dunia 2019-2020, disusul dengan terpilihnya PPI Tiongkok sebagai tuan rumah Simposium Internasional ke-12 pada 2020 mendatang.

Sebagai bentuk perhatian dan kontribusi mahasiswa untuk masa depan Indonesia, Pusat Kajian PPI Dunia mengadakan sidang komisi yang meliputi beberapa bidang kajian, di antaranya: Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya dan Energi dan Ekonomi.

Dari sidang ini dihasilkanlah beberapa rekomendasi yang nantinya akan diajukan pada Pemerintah Indonesia, antara lain: Membangun ekosistem pengetahuan yang produktif, mendorong pertumbuhan inklusif, memberikan perhatian pada pendidikan literasi digital, mengembangkan kurikulum pendidikan yang responsif terhadap perkembangan dunia industri, memberikan perhatian lebih pada masalah kesehatan mental, mendorong laju pertumbuhan energi terbarukan serta mendorong peran aktif politik luar negeri Indonesia untuk perdamaian Dunia.

Catatan kaki: Hasil sidang internal & sidang komisi PPI Dunia di Johor Bahru 2019.

Pilih BanggaBangga11%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi89%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil Sebelummnya

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia Selanjutnya

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia

Alfy Isa Muharram
@isacadas15

Alfy Isa Muharram

www.rasa-mala.com

seorang mahasiswa di Negeri seribu menara, pembelajar tanpa dimensi ruang dan waktu.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.