Pada 17 Agustus 2019 Nanti, Ada yang Baru di Bandara Soekarno-Hatta

Pada 17 Agustus 2019 Nanti, Ada yang Baru di Bandara Soekarno-Hatta

Bandara Soekarno-Hatta terminal 3 @Akhyari Hananto

PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan landasan pacu (runway) ketiga Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 2.500 m sudah tuntas 100% dan siap dioperasikan. Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019, yaitu setelah Standard Operating Procedure (SOP) disempurnakan dan Sosialisasi kepada para maskapai penerbangan dilakukan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, dioperasikannya Runway 3 Bandara Soetta pada bulan Agustus akan menjadi kado spesial di hari Kemerdekaan Indonesia.

Jika seluruh persiapan sudah matang, Budi mengatakan landas pacu ketiga akan resmi mulai beroperasi pada Agustus 2019.

“Memperingati 17 Agustus (landas pacu ketiga resmi beroperasi). Sekarang sudah bisa, tapi perlu disiapkan semua. Ini menjadi kado untuk (memperingati proklamasi) kemerdekaan RI,” kata Budi.

Saat ini, lanjutnya, CGK beroperasi dengan runway satu dan runway dua. Melalui kedua runway itu, kapasitas penerbangan di Soekarno-Hatta sebanyak 81 pergerakan pesawat per jam.

Dengan adanya Runway 3 ini dapat membuat kapasitas take off landing bertambah menjadi 114 take off landing. Saat ini Runway 3 memiliki panjang 2.500 meter, namun akan bertambah hingga 3.000 meter sampai Bulan November 2019.

"Sekarang kemampuan dari Soetta, satu jam itu kira-kira 81 take off-landing. Dengan kapasitas itu, memang kita belum bisa membuat kecepatan jadi lebih baik. Oleh karenanya kita diamanahkan untuk membangun Runway 3 dengan harapan bisa akan tambah menjadi 114 take off-landing. Jadi ada peningkatan level of service-nya," papar menteri seperti dikutip Sindonews.com

Jika Runway sepanjang 3.000 meter telah rampung, maka akan dapat menambah lagi kapasitas take off-landing hingga 40%. "Sekarang ini 2.500 meter yang telah rampung dan bisa segera digunakan. Nanti kita akan laporkan kepada Pak Presiden. Dalam waktu Bulan September atau Oktober sudah menjadi 3.000 meter dan naik menjadi 40% itu bisa diilustrasikan kira-kira menjadi 100 juta penumpang per tahunnya, " ungkapnya.

Beroperasinya landas pacu ketiga di Bandara Soekarno-Hatta akan diharapkan akan membuat lalu lintas penerbangan semakin lancar dan mendatangkan lebih banyak penerbangan. Dengan demikian, ke depannya bandara ini dapat melayani pergerakan hingga 100 juta penumpang per tahun, atau setara dengan Bandara Atlanta (AS), maupun bandara Beijing (Tiongkok).

(Dari berbagai sumber)

Pilih BanggaBangga89%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kebudayaan Keturunan Wangsa Bonokeling yang Masih Kental Sebelummnya

Kebudayaan Keturunan Wangsa Bonokeling yang Masih Kental

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu? Selanjutnya

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu?

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.