Gizi Sorgum yang Bikin Kagum

Gizi Sorgum yang Bikin Kagum

Tanaman sorgum © hariansuara.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia memiliki keberagaman hayati yang bisa dimanfaatkan salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pangan. Mitos yang akrab dengan masyarakat kita yaitu ‘belum kenyang kalau belum makan nasi’ secara tidak langsung menggambarkan bahwa makan nasi itu ‘wajib’ hukumnya.

Data dari Bahan Ketahanan Pangan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 75 jenis sumber minyak atau lemak, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, serta 110 jenis rempah dan bumbu.

Keberagaman sumber pangan tersebut membuat Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah Brasil.

Selain beras masih ada 76 jenis pangan sumber karbohidrat yang bisa menjadi bahan konsumsi harian. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyatakan penganekaragaman pangan merupakan upaya meningkatkan ketersediaan pangan yang beragam dan berbasis potensi sumber daya lokal. Salah satu sumber karbohidrat pengganti beras adalah sorgum.

Apakah Kawan GNFI pernah mendengar sorgum atau bahkan pernah mencicipinya? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sorgum adalah tanaman yang termasuk dalam suku Graminae, memiliki tinggi batang hingga 6 meter, perbungaannya berupa malai, buahnya berupa butiran bulat atau hampir bulat, dan ukurannya lebih kecil daripada biji jagung.

Biji Sorgum | Foto: itjeher.com

Jangan salah, kandungan gizi dalam sorgum tidak boleh dilihat sebelah mata. Memiliki nilai kalori yang lebih rendah dari beras tetapi kandungan protein, air, serat, kalsium, fosfor, dan zat besinya lebih tinggi daripada beras.

Perawatannya pun sederhana, sorgum membutuhkan air yang sedikit dan tahan terhadap perubahan iklim. Meski begitu, ia tetap dapat tumbuh di daerah yang cukup basah seperti di Jawa.

Gizi yang terkandung dalam sorgum mampu mengontrol gula darah para penderita diabetes. Selain itu juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan pengembangan dan sirkulasi sel darah merah, mencegah pertumbuhan kanker dan tumor, serta dapat mengontrol kolesterol dan menguatkan jantung.

Tak ketinggalan manfaatnya untuk tulang, yakni mencegah penyakit osteoporosis dan sendi.

Jika kamu ingin berwisata ke daerah timur, sila berkunjung ke Likotuden, sebuah dusun di Desa Kawalelo, Larantuka, Flores Timur, NTT. Selain keindahannya yang tentu memanjakan mata, tanaman sorgum yang tumbuh subur di sana menjadikan Dusun Likotuden terkenal.

Maria Loretha | Foto: changemaker.com

Salah satu sosok di balik kesuksesan Dusun Likotuden dalam membudidayakan sorgum adalah Maria Loretha. Ia adalah pemimpin Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi (Yapense) yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Flores Timur atas dukungan dari Model Bioindustri berbasis sorgum dan menjadi salah satu inovasi Badan Litbang Pertanian.

Olahan Sorgum | Foto: trendtek.republika.co.id

Sorgum juga bisa diolah menjadi tepung, mie, roti tanpa terigu, snack bar, brownies, krupuk, hingga minuman perisa mocca sorgum. Mari mencoba konsumsi sorgum mulai sekarang untuk mendukung keanekaragaman pangan Indonesia.

Sumber: kabartani.com | litbang.petanian.go.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau17%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Di Balik Kemegahan Tari Kecak Sebelummnya

Di Balik Kemegahan Tari Kecak

Cinta K’tut Tantri, Gadis Asing Berdarah Viking yang Berjuang Untuk Indonesia Selanjutnya

Cinta K’tut Tantri, Gadis Asing Berdarah Viking yang Berjuang Untuk Indonesia

Novita Caesaria
@_novitacaesaria

Novita Caesaria

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.