Di Balik Kemegahan Tari Kecak

Di Balik Kemegahan Tari Kecak

Para penari tari kecak © timetravelturtle

Bali, nama itu tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia. Pulau Bali merupakan tempat berlibur favorit para turis, tak tanggung-tanggung para selebriti dan tokoh ternama juga sering mengunjungi Pulau Bali untuk berlibur.

Pulau Bali juga masuk ke dalam 10 besar pulau terbaik di dunia. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi Pulau Bali. Tak heran jika Pulau Bali menjadi penambah devisa terbesar di Indonesia.

Tak hanya dikenal dengan keindahan dan keasrian alamnya saja, Bali juga kental akan tradisi-tradisi kepercayaan yang masih dijalankannya, salah satunya tari kecak. Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Bali namun tidak menyaksikan pertunjukan tari kecak.

Namun, di balik kemegahan tari kecak, apakah Kawan GNFI tahu makna dari tari tersebut?

Suasana pertunjukan tari kecak l Sumber: Alexander Mazurkevich/shutterstock

Tari kecak diciptakan oleh seniman Bali bernama Wayan Limbak pada tahun 1300-an. Tari ini kemudian di populerkan hingga ke luar negeri dengan bantuan seorang pelukis asal Jerman.

Nama tari kecak sendiri berasal dari kata cak…cak...cak yang diteriakkan oleh para penari. Tari kecak juga memiliki nama lain yakni Sanghyang. Tradisi Sanghyang merupakan upacara religi pemujaan Hyang Widi dan upacara penolakan bala untuk mengusir suatu penyakit tertentu.

Makna di balik tari kecak ini yaitu berhubungan dengan keindahan, nilai religius, dan pesan moral. Tari kecak ini juga mengadopsi dari jalan cerita Ramayana yang menceritakan tentang kisah asmara Rama dan Shinta. Para penari juga didandani layaknya lakon-lakon yang ada di cerita tersebut.

Tak hanya menampilkan tarian yang memukau tetapi tari ini juga mengandung pesan-pesan moral yang sangat patut untuk dipelajari.

Sumber: ksmtour.com

Tari ini dilakukan oleh kurang lebih 50-70 penari laki-laki yang duduk melingkar dan mengangkat kedua tangan sembari berteriak cak…cak…cak ditambah dengan mengenakan kostum sarung bermotif kotak-kotak seperti papan catur dan bertelanjang dada.

Sarung tersebut juga merupakan kain khas Bali, sehingga jika kalian berkunjung di Bali akan sering menjumpainya. Kostum tari kecak juga ditunjang dengan kerincingan ornamen yang dipakai di pergelangan kaki oleh para penari, suara dari kerincingan tersebut dapat menambah keunikan tari kecak itu sendiri.

Selain kalimat dan kostum yang unik, tarian ini juga tidak diiringi alat musik hanya diiringi nyanyian oleh para penari saja. walaupun tidak diiringi musik, tarian ini tetap terlihat indah dan kompak membuat para penontonnya terkesima dengan tarian tersebut.

Atraksi api di tari kecak l Sumber: helloindoneisa.id

Bukan sembarang tarian, tari kecak juga memiliki makna yang sakral. Hal ini dibuktikan dengan adanya suatu atraksi menggunakan api yang dilakukan oleh penari namun sang penari tidak mengalami luka sedikitpun.

Tak hanya itu, di tengah-tengah pertunjukan juga ada beberapa penari yang mengalami kerasukan roh. Pemandangan itu sudah biasa terjadi karena setiap pertunjukan tradisi Bali selalu melibatkan roh. Maka dari itu pertunjukan tari kecak ini disebut pertunjukan yang sakral.

Jika ingin menyaksikan pertunjukan tarian kecak ini, kalian dapat mengunjungi Kawasan Garuda Wisnu Kencana, Pura Uluwatu Bali, dan Kawasan Pulau Dewata Bali lainnya.

Namun, jangan heran jika menonton pertunjukan ini kalian akan menemui banyak turis yang juga menonton, dikarenakan pertunjukan ini merupakan wisata yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Pulau Bali.


Catatan kaki: travelounge.co l romadecade.org

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Festival Pesona Karawo Tahun Ini Dipastikan Lebih Memikat Sebelummnya

Festival Pesona Karawo Tahun Ini Dipastikan Lebih Memikat

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi Selanjutnya

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi

Atika Puji
@atikaapjpw

Atika Puji

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.