Corat-Coret Indonesia dalam Kertas Sketsa

Corat-Coret Indonesia dalam Kertas Sketsa
info gambar utama

"What are interesting things in Indonesia? I want to go there someday."

Teman saya dari Singapura tiba-tiba menanyakan ini. Awalnya saya memberi jawaban yang mungkin banyak juga ditemukan di internet.

Bali, Raja Ampat, Yogyakarta, dan tentu saja menyelipkan kota saya sendiri, Surabaya.

Namun setelah saya pulang, saya sadar ternyata Indonesia lebih dari sekadar keindahan alamnya yang indah, tinggal bagaimana kita melihat negara ini.

Ini yang dilakukan oleh para urban sketcher, kelompok-kelompok yang menggambar sketsa dari pemandangan kota di depannya.

Perbedaannya dengan menggambar biasa adalah kegiatan menggambar ini dilakukan secara langsung dan cepat, sehingga bisa disebut dengan live-sketch.

Tempat yang didatangi para penggambar ini pun juga tidak harus situs wisata, bahkan cukup duduk di trotoar dekat gedung tinggi pun juga bisa menghasilkan gambar yang indah.

Sketsa Candi Prambanan | Sumber: Urban Sketchers
info gambar

Sketsa sejarah urban sketch

Dimulai pada November 2007 oleh ilustrator dan jurnalis dari Spanyol, Gabriel Campanario, saat itu ia bekerja sebagai blogger dari The Seattle Times. Kemudian ia melihat banyak orang yang membagikan hasil gambar dan lokasi mereka ke blog.

Setelah itu Campanario mencetuskan ide membuat grup di media sosial Flickr dan memberi wadah untuk para urban sketcher. Satu tahun kemudian, Campanario melihat antusias dari grup yang ia buat bertambah, sehingga ia memutuskan untuk membuat blog sendiri.

Dalam blog ini ia bertekad untuk mengunggah hasil urban sketch secara rutin serta menuliskan cerita latar belakang penggambarnya. Kini peminat dari urban sketcher sudah meluas di seluruh dunia, sehingga terdapat cabang-cabang di setiap benua dan negara, termasuk Indonesia.

Salah satu contoh urban sketch pemandangan Korea | Sumber: Urban Sketchers
info gambar

Mencintai Indonesia dari sketsa

Kegiatan urban sketch di Indonesia memiliki cukup banyak peminat, khususnya di kota-kota besar.

Tidak hanya sekadar jalan-jalan-gambar-unggah-pulang, namun juga berusaha menyampaikan pesan untuk mencintai Tanah Air. Kini urban sketcher sudah ada di beberapa kota seperti Jakarta dan Surabaya.

Saya sendiri pernah ikut jalan-jalan dan menggambar di seberang Tunjungan Plaza di tahun 2015. Setiap orang dibebaskan mencari sudut gambar yang terbaik, namun tidak jauh dari lokasi yang ditentukan.

Rata-rata waktu yang diberikan hanya satu jam, sebelum kemudian berjalan kembali ke lokasi selanjutnya.

Karena saya cukup lambat dalam menggambar, jadi saya hanya sampai sketsa kasar. Belum mahir seperti yang lain, yang selesai sampai mewarnai dengan cat air.

Tidak sekadar sketsa

Selain menggambar, beberapa kegiatan lain yang dilakukan oleh urban sketcher adalah mempelajari sejarah Indonesia.

Mengunjungi museum-museum sejarah, sebelum kemudian mencari hal menarik untuk digambar.

Selain itu juga mendatangi festival atau parade budaya di masing-masing kota, kemudian selain menggambar juga menambahkan cerita di balik gambar tersebut.

Terakhir, setiap di akhir kegiatan para urban sketcher akan mengevaluasi hasil gambar masing-masing dan memberikan kesan dan pesan dari setiap kegiatan.

Tertarik mencoba?

Catatan kaki: Urban Sketchers Indonesia | Indonesia Sketchers | Urban Sketchers

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NG
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini