Di Negara Tropis, Saljunya Justru Abadi

Di Negara Tropis, Saljunya Justru Abadi

Puncak Jaya Wijaya © pinterest

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebagai negara tropis, Indonesia memang menjadi tujuan berlibur musim panas yang menyenangkan bagi orang-orang yang tinggal di negara sub-tropis. Sinar matahari yang melimpah, wilayah Indonesia mempunyai suhu hingga 35°C saat cuaca terik.

Tentunya, bagi warga Indonesia khususnya yang tinggal di perkotaan sudah cukup jenuh dengan panas dan hiruk pikuk. Saat musim liburan, destinasi favorit masyarakat Indonesia yakni berlibur ke wilayah yang masih asri dan juga dingin.

Mungkin kita berpikir kalau Dieng atau Bandung merupakan wilayah terdingin di Indonesia. Faktanya, saat ini Papua dinobatkan sebagai daerah terdingin di Indonesia dan menjadi the most Attractive Tourist Destinations.

Tapi bagaimana bisa? Papua merupakan daerah di ujung timur dari Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Selain terkenal dengan adatnya yang kental dan burung cedrawasihnya yang indah, daratan Papua juga mempunyai wisata alam yang menakjubkan.

Raja Ampat merupakan salah satu destinasi terpopuler dan mendunia. Tempat ini telah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Bukan hanya alamnya, masyarakat dari Papua juga dikenal ramah dan sangat terbuka dengan pendatang mmaupun wisatawan. Hal ini terbukti dari beberapa kali kunjungan presiden RI dan banyak peneliti dari luar negeri yang datang dan disambut ramah oleh warga sekitar.

Dari keunikan-keunikan itu, ada satu kota bernama Kota Mulia yang dinobatkan sebagai kota terdingin di Indonesia. Bagaimana tidak, kota ini terletak di ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut yang membuatnya jadi kota tertinggi di Papua.

tribunnews.com

Kota ini dikelilingi pegunungan Jaya Wijaya atau biasa disebut Puncak Jaya. Pegunungan ini mempunyai puncak dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut dan masuk kawasan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO kategori 7 puncak gunung tertinggi dari 7 benua di dunia.

Saking dinginnya, Kota Mulia saat siang hari hanya mempunyai suhu sekitar 15°C saja.

Saat malam hari, kota ini bisa mencapai suhu 5°C hingga 9°C. Curah hujan di kota ini juga sangat tinggi, dibuktikan dengan hujan sepanjang tahun mengguyur Kota Mulia.

Warga setempat mengantisipasi suhu dingin dengan menggunakan rumah Hanoi. Jarang ditemukan warga menggunakan semen sebagai bahan dasar rumah mereka.

Rumah Hanoi dibuat dari bahan dasar jerami atau ilalang yang dibangun kerucut. Rumah Hanoi ini juga tidak dibuat ventilasi atau jendela guna menahan hangat di dalam rumah. Tidak hanya sebagai tempat tinggal, konsep Rumah Hanoi juga diterapkan pada puskesmas, sekolah, dan gedung pelayanan sosial lainnya.

rumah hanoi | Rumah Adat

Di Papua ternyata mempunyai 5 Gunung tinggi yang mempunyai rata-rata ketinggian 4.000 mdpl. Selain Puncak Jaya Wijaya, gunung tertinggi kedua ialah Puncak Mandala yang terletak di Kabupaten Pegunungan Bintan, dengan tinggi 4.760 mdpl.

Lalu ada Puncak Trikora yang mempunyai tinggi 4.750 mdpl di Tagineri, Kabupaten Jaya Wijaya. Selanjutnya ada Puncak Valentiyn yang terletak di Puncak Yahukimo dengan ketinggian 4.453 mdpl, dan terakhir ada Pegunungan Hens dengan ketinggian 4.061 mdpl yang terletak di Beoga, Kabupaten Puncak.

Kelima gunung tersebut menjulang tinggi mengelilingi daratan Papua, dan tak jarang terlihat salju di daerah gunung tersebut. Untuk itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus turut mejaganya agar tetap lestari.

Sumber: indonesia.go.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga68%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli9%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau9%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Aku Petani Indonesia: Tanamkan Rasa Bangga Jadi Petani Sebelummnya

Aku Petani Indonesia: Tanamkan Rasa Bangga Jadi Petani

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

kevin naufal
@kevin_naufal

kevin naufal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.