Uniknya Deretan Perhiasan Tradisional Khas Aceh

Uniknya Deretan Perhiasan Tradisional Khas Aceh

Salah satu perhiasan khas Aceh © GPSwisataindonesia.info

Memiliki ratusan suku tentu membuat negara Indonesia memiliki keunikan tersendiri dibanding negara-negara lainnya. Tak hanya kaya akan keberagaman sukunya, Indonesia juga kaya akan keberagaman budaya.

Setiap suku-suku di Indonesia memiliki budaya dan ciri khas masing-masing seperti bahasa, tradisi, pakaian adat, kebiasaan, dan masih banyak lagi.

Salah satu wilayah Indonesia yang kental akan budaya yakni Aceh. Dikenal dengan kekayaan hasil kopinya, Aceh juga memiliki barang-barang peninggalan yang menjadi ciri khas wilayah tersebut salah satunya yakni perhiasan.

Aceh memiliki beberapa pernak-pernik perhiasan tradisional yang biasa dipakai dalam acara-acara tertentu. Setiap perhiasan tersebut memiliki keunikan tersendiri. Berikut beberapa perhiasan tradisional khas Aceh:

Subang Aceh

Subang Aceh l Sumber: lacultureindo.blogspot.com

Subang Aceh merupakan anting-anting tradisional khas Aceh, memiliki bentuk seperti bunga matahari yang memiliki ujung kelopak runcing.

Terbuat dari emas dan perak, anting-anting ini memiliki diameter dengan ukuran 6 cm. Subang Aceh ini biasa disebut dengan sebutan Subang Bungong Mata Uro (bunga matahari).

Patam Dhoe

Patam Dhoe l Sumber: BossFMjambi

Perhiasan ini memiliki bentuk seperti mahkota. Memiliki tiga bagian yang disatukan menjadi satu engsel, pada bagian tengah mahkota terdapat ukiran kaligrafi bertuliskan “Allah” dan di tengahnya bertuliskan “Muhammad”.

Motif-motif tersebut biasa disebut Bungong Kalimah. Mahkota ini terbuat dari emas ataupun perak yang disepuh emas. Perhiasan ini biasanya diletakkan di dahi wanita aceh.

Simplah

Simplah l Sumber: tanohaceh.com

Perhiasan ini biasanya diletakkan di bagian dada wanita, terdisi dari 24 buah lempengan segi enam dan dua lempengan segi delapan yang kemudian dihubungkan dengan dua rantai simplah yang memiliki panjang 51 cm dan lebar 51 cm. Lempengan-lempengan tersebut memiliki ukiran bunga dan daun ditambah dengan permata merah di bagian tengah.

Culok Ok (Tusuk Konde)

Culok Ok l Sumber: GPSwisataindonesia.info

Culok ok ini merupakan penghias sanggul rambut. Cara pemakaiannya biasa dimasukkan ke dalam rambut maupun ke samping sanggul. Culok ok ada empat jenis yakni bintang pecah, bungong keupula, bungong sunteng, dan ulat sangkadu.

Peuniti

peuniti l Sumber: galleryaceh.blogspot.com

Perhiasan ini biasa digunakan sebagai penyemat baju wanita. Terbuat dari emas, peuniti memiliki tiga motif hiasan dari Pinto Aceh yang merupakan bentuk pintu rumah Aceh. Motif-motif tersebut berupa boh eungkot (bulatan kecil seperti telur ikan), pucuk pakis dan bunga.

Ayeum Gumbak

Ayeum Gumbak l Sumber: artscraftindonesia.com

Tak hanya dipakai kaum wanita saja, perhiasan juga dipakai kaum laki-laki di saat acara-acara tertentu seperti pernikahan, penyambutan tamu penting, dan acara adat lainnya. Salah satu perhiasan yang dipakai kaum laki-laki yakni ayeum gumbak.

Ayeum gumbak diletakkan di sisi kanan tengkulok kupiah meukotob. Perhiasan ini terbuat dari emas ataupun perak yang memiliki lapisan emas dan permata.

Keureusang

Keureusang l Sumber: enticz.blogspot.com

Perhiasan ini biasanya disematkan di pakaian sebagai bros. Keureusang memiliki panjang 10 cm dan lebar 7,5 cm. Terbuat dari emas dengan tambahan intan dan berlian. Berbentuk seperti hati yang dihiasi dengan permata intan dan berlian sejumlah 102 butir.

Perhiasan ini merupakan barang mewah yag biasa dipakai oleh orang-orang tertentu saja dan digunakan sebagai perhiasan pakaian sehari-hari.

Catatan kaki: tanohaceh.com l steemit.com l gpswisataindonesia.info

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Menitip Asa di Hutan Mangrove Tongke-Tongke Sebelummnya

Menitip Asa di Hutan Mangrove Tongke-Tongke

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia Selanjutnya

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia

Atika Puji
@atikaapjpw

Atika Puji

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.