Kalau Piala Dunia di Asia Tenggara, Negara Mana Saja yang Akan Mewakili ASEAN?

Kalau Piala Dunia di Asia Tenggara, Negara Mana Saja yang Akan Mewakili ASEAN?

Trofil Piala Dunia © Fauzan Saari/Unsplash

  • Menerka siapa tuan rumah Piala Dunia kalau diadakan di Asia Tenggara?
  • Apakah 10 negara akan jadi tuan rumah semua?
  • Atau akan disaring melalui sistem baru sebagai tuan rumah Piala Dunia?

Desas-desus Asia Tenggara menjadi tuan rumah Piala Dunia kian kencang didendangkan. FOX Sports mengabarkan, 10 negara anggota ASEAN akan bersatu menjadi tuan rumah bersama. Publik pun berspekulasi, bagaimana regulasinya jika seperti itu?

Keinginan Asia Tenggara untuk menjadi tuan rumah bersama sudah didengungkan sejak tahun lalu. Keberhasilan Korea-Jepang menggelar hajatan di edisi 2002 dan kepastian Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengadakan Piala Dunia 2026, menjadi bumbu penyemangat Asia Tenggara mewujudkan misi jadi tuan rumah Piala Dunia.

Masalahnya, Asia Tenggara dihuni banyak negara. Kalau 10 anggota ASEAN yang masuk ke konfederasi AFF diloloskan semua ke fase grup Piala Dunia karena berstatus tuan rumah, format turnamen harus diubah lagi. Itu belum ditambah bagaimana mobilisasi tim dan suporter dari satu negara ke negara lainnya.

Jika memang nantinya Piala Dunia akan singgah di sisi tenggara benua Asia, maka cara yang paling mudah menentukan tuan rumah adalah ranking FIFA. Data per 25 Juli 2019 menyebutkan, Vietnam berada di posisi teratas Asia Tenggara dengan ranking 97. Di bawahnya, ada Thailand (115), Filipina (126), Myanmar (135), dan Malaysia (159).

Indonesia? Tidak jauh-jauh dari tetangganya kok... Cuma satu strip di bawah Harimau Malaya.

BACA JUGA: Sang Pemenang yang Lahir dari Hasil Imbang

Jadi, enam negara itu bisa lolos langsung ke Piala Dunia sebagai tuan rumah? Oh tidak semudah itu, Ferguso. Bicara tentang tuan rumah itu juga mempertimbangkan kesiapan negara di bidang infrastruktur, terutama stadion, akses jalannya, dan penginapan.

Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia, sudah punya stadion berstandar FIFA yang pastinya, dikelilingi fasilitas lain bertaraf internasional. Sebaliknya, Filipina dan Myanmar, belum punya stadion yang memenuhi kriteria FIFA, walau prestasi timnasnya sedang meroket.

Stadion terbesar di Myanmar, Thuwanna Stadium, cuma berkapasitas 32.000 dan butuh perombakan sana-sini. Kemudian stadion termegah di Filipina, Philippine Sports Stadium, malah maksimal hanya bisa menampung 20.000 penonton (separuhnya kapasitas Stadion Kanjuruhan, Malang).

Padahal, untuk menggelar pertandingan di fase grup, stadion minimal harus berisi 30.000 kursi. Di Piala Dunia 2018 lalu, stadion terkecil yang dipakai adalah Yekaterinburg Arena, dengan kapasitas 33.061 penonton. Itu pun diakali panitia dengan membuat tribun portable.

Tribun portable Yekaterinburg Arena | Foto: Daily Mail

Cara mengakalinya...

Sampai Piala Dunia 2022 di Qatar, Asia punya jatah empat tim untuk diloloskan ke ajang empat tahunan ini. Lalu mulai Piala Dunia 2026, kuotanya bertambah jadi delapan, menyesuaikan jumlah kontestan yang meningkat jadi 48.

46 dari 48 tim terbagi ke kontestan dari 6 konfederasi, yaitu AFC (Asia), CAF (Afrika), CONCACAF (Amerika Tengah dan Kanada), CONMEBOL (Amerika Latin), OFC (Oseania), serta UEFA (Eropa). Dua peserta lainnya ditentukan lewat babak play-off.

Jika kelolosan otomatis dari tim-tim Asia Tenggara dirasa memberatkan karena terlalu banyak, FIFA bisa "mengakalinya" dengan menunjuk dua tuan rumah utama, dan beberapa tim Asia Tenggara ditempatkan di babak play-off. Pemenang play-off akan menjadi ketiga dan atau keempat.

BACA JUGA: ASEAN Akhirnya Resmi Akan Mengajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Selain itu, bisa juga dengan memakai Piala AFF 2033 sebagai arena bertarungnya. Dua negara yang lolos ke final bisa ditunjuk jadi dua tuan rumah menemani dua host utama. Atau, slot tuan rumah dari final Piala AFF bisa disesuaikan, kalau ada tim yang lolos Piala Dunia dari fase kualifikasi. Siapa tahu.

Membayangkan Piala Dunia hadir di depan mata publik Asia Tenggara memang sangat menyenangkan. Keuntungan berlipat didapat, tak hanya timnasnya yang lolos langsung, tapi suporternya bisa nonton langsung di stadion negara masing-masing, dan... kita tidak perlu begadang!

Seru, kan? Ya dong pasti! Tapi sebelum berpikir njelimet seperti ini, ada satu tugas utama yang harus diselesaikan dulu: Memastikan Piala Dunia memang benar-benar digelar di Asia Tenggara.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi67%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Akhyari Hananto

Kenikmatan Ragam Sate Khas Lombok Sebelummnya

Kenikmatan Ragam Sate Khas Lombok

Indonesia Kini Terdepan di Pasar Keuangan Syariah Global Selanjutnya

Indonesia Kini Terdepan di Pasar Keuangan Syariah Global

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.