Pakai Minatransporter, untuk Jaga Kesegaran dan Daya Tahan Ikan

Pakai Minatransporter, untuk Jaga Kesegaran dan Daya Tahan Ikan

Anggota tim Pengmas FMIPA UI yang ciptakan minatransporter © Humas & KIP UI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Tim Pengmas FMIPA UI berhasil menciptakan inovasi bernama minatransporter.
  • Dengan minatransporter, kesegaran dan daya tahan ikan bisa terjaga.
  • Dampak positifnya adalah harga ikan yang tetap tinggi.

Kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) yang dilakukan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) di kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, melahirkan inovasi bernama minatransporter.

Dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Humas & KIP UI, minatransporter pelet hasil formulasi yang dapat menyediakan oksigen cadangan dan suplai nutrisi di dalam tempat penyimpanan ikan.

Dengan alat ciptaan dua orang dosen, Retno Lestari dan Mufti Petala Patria, serta dua orang asisten dan 11 mahasiswa yang bekerja sama dengan Yayasan Pandu Cendekia tersebut, bisa memperpanjang masa hidup ikan selama didistribusikan ke pasaran terutama di luar daerah Kabupaten Pandeglang.

Penggunaan minatrasnporter diharapkan dapat menjaga tingginya nilai jual ikan, karena kondisi ikan yang dijual masih segar dan sehat, Alat ini sudah diperkenalkan ke nelayan setempat pada 23-25 Juli 2019 lalu.

BACA JUGA: Inilah Penemu Ikan Mujair

“Kecamatan Sumur merupakan daerah yang memiliki potensi hasil budidaya perikanan yang tinggi. Namun, permasalahan yang terjadi pada nelayan mereka masih melakukan pendistribusian ikan dengan metode konvensional yang bersifat tertutup. Cara tersebut hanya mempertahankan hidup ikan selama 3 jam pendistribusian. Akibatnya, ikan yang akan sampai ke pasaran mengalami penurunan kualitas sehingga mengurangi harga jual,” ujar Ketua Tim Pengmas, Retno Lestari.

“Maka dari itu kami rasa perlu pengimplementasian IPTEKS untuk memberikan solusi bagi nelayan agar dapat meningkatkan kualitas ikan melalui perbaikan pendistribusiannya,” imbuhnya, dalam keterangan resmi.

Hasil produk minatransporter sebelum diberikan ke nelayan lokal dilakukan uji coba terlebih dahulu. Salah satu percobaan dilakukan terhadap ikan mas dengan rute perjalanan Jakarta menuju Pandeglang.

Uji coba minatransporter mendapatkan hasil yang memuaskan karena ikan dapat bertahan lebih dari 12 jam. Artinya, minatransporter diharapkan dapat mempertahankan hidup ikan hingga 4 kali lebih baik dari metode konvensional.

BACA JUGA: Saat Laut dijaga dengan Muro, Ikan-Ikan pun Datang Kembali ke Lamatokan

Tim Pengmas UI bersama mitra melakukan sosialisasi terkait minatransporter kepada nelayan. Kegiatan tersebut disambut oleh para nelayan dengan antusiasme yang tinggi.

Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian kuesioner untuk mengetahui minat nelayan terhadap produk minatransporter. Dengan program minatransporter ini diharapkan mampu membantu masyarakat nelayan Kecamatan Sumur terkait dengan pendistribusian hasil budidaya ikan.

Lebih jauh, program ini akan turut serta mendukung dalam pengembangan kawasan bahari (minapolitan) yang ditetapkan oleh pemerintah.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Inilah 5 Konglomerat Asal Indonesia. Ada yang kenal? Sebelummnya

Inilah 5 Konglomerat Asal Indonesia. Ada yang kenal?

Tren Sepekan: STNK Becak, Embun Upas, dan Robot Wisuda Selanjutnya

Tren Sepekan: STNK Becak, Embun Upas, dan Robot Wisuda

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.