Grebeg Besar Menandai Hari Raya Qurban di Surakarta

Grebeg Besar Menandai Hari Raya Qurban di Surakarta
info gambar utama

Dalam perayaan Iduladha, Hari Qurban dalam kalender Islam, Keraton Surakarta di Jawa Tengah melakukan ritual Grebeg Besar dengan ribuan orang hadir memadati halamannya.

Upacara dimulai pada hari Minggu dengan parade dari gerbang Kori Kamendungan melalui aula Siti Hinggil dan melintasi Alun-alun Utara Square untuk akhirnya berakhir di Masjid Agung Surakarta.

Rombongan pemain gamelan | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post
info gambar

Marching band keraton, pasukan berseragam tradisional, pemain gamelan, anggota keluarga kerajaan, dan pegawai istana, yang populer disebut abdi dalem, semuanya bergabung dalam prosesi.

Para peserta berparade berbagai persembahan makanan, termasuk dua gunungan (tumpukan berbentuk kerucut): gunungan jaler (gunungan pria), terbuat dari buah dan sayuran, dan gunungan estri (gunungan wanita), terbuat dari berbagai makanan olahan tradisional, seperti rengginang dan onde-onde ceplus.

Pasukan keraton mengiringi Grebeg Besar | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post
info gambar

Ketika rombongan parade tiba di masjid, ulama istana melakukan doa massal untuk mengungkapkan terima kasih atas semua kekayaan.

"Ritual ini melambangkan persatuan dan harmoni antara keraton, ulama, dan masyarakat Surakarta," kata Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Dipokusumo dari Keraton Surakarta.

Gunungan yang diarak | Foto: Stefanus Ajie / Jakarta Post
info gambar

Setelah sholat Iduladha, pengunjung bergegas mencari potongan gunungan. Orang-orang yang percaya menganggap keberhasilan dalam mendapatkan gunungan sebagai simbol kesuksesan dalam hidup.

Para pengunjung diizinkan untuk mengambil makanan dari gunungan jaler di halaman masjid, tetapi untuk mendapatkan beberapa gunungan estri, mereka harus menunggu sampai gunungan tersebut tiba di Keraton.

Wisatawan juga bergabung dengan kerumunan tersebut, tampaknya menyadari pesan simbolis tentang perlunya memperjuangkan hak Anda.


Catatan kaki: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini