Rambu Solo, Jenazah Abadi di Tebing Toraja

Rambu Solo, Jenazah Abadi di Tebing Toraja

Tebing Londa © BenarNews

Suku Toraja, tentunya masyarakat Indonesia tak asing lagi dengan tradisi dan kebuadayaan yang unik. Suku Toraja sendiri bermukim di utara pegunungan Sulawesi Selatan atau sekitar 8 jam perjalanan dari pusat kota Makassar. Toraja Utara yang beribu kota Rantepao ini berpenghuni kurang lebih 26 ribu jiwa dan sering dijadikan awal penjelajahan wisatawan lokal mmapun mancanegara yang ingin melihat keunikan di wilayah tersebut.

Tak hanya kulinernya yang khas, keindahan alam dan tradisi unik di Toraja telah mencuri perhatian dunia. Salah satunya tradisi Rambu Solo. Berbeda dengan upacara kematian di daerah lainnya, Suku Toraja mengadakan upacara penyempurnaan untuk masyarakatnya yang meninggal dunia dan akan diadakan acara sebesar mungkin yang mampu menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah.

Di antara panjangnya rangkaian upacara Rambu Solo, ada satu momen di mana mengantar jenazah ke alam yang disebut Poyo yakni prosesi wajib untuk pembuatan patung yang dinakaman tau-tau. Tradisi ini yang menyebabkan prosesi kematian Rambu Solo bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan lamanya.

Menurut masyarakat setempat, kata “tau” ini sendiri berarti orang. Jadi tau-tau ini sendiri bisa diartikan menjadi orang-orangan atau suatu benda yang menyerupai manusia. Dalam proses pembuatannya, tau-tau tidak hanya diproses sebagai patung pada umumnya, namun patung tersebut akan diukir da dibuat menyerupai wajah masyarakat Toraja yang meninggal.

Bagaimana sih pembuatan patung ini bermula? Konon, hal ini berawal dari tidak adanya gambar atau foto dari jenazah semasa hidup guna menjalani prosesi kematian Rambu Solo ini. Upacara Rambu Solo membutuhkan gambar atau foto dari jenazah untuk menjaga makam dan pelindung bagi keluarga yang ditinggalkan. Menurut masyarakat setempat, pembuatan tau-tau ini sudah sejak abad 19.

Tau-tau ini akan dipesan oleh keluarga yang ditinggalkan dan nantinya akan diletakkan di dekat makam jenazah yang terletak di tebing atau di dalam gua setelah upacara Rambu Solo selesai dilaksanakan. Namun, bagi keluarga yang belum siap mengadakan upacara Rambu Solo, seperti alasan finansial, biasanya patung tau-tau ini akan disimpan di tempat atau ruangan khusus guna mengamankan kondisi patung.

prosesi Rambu Solo | Damn ILoveIndonesia

Bagi wisatawan yang penasaran dengan keberadaan patung tau-tau ini, para wisatawan hanya menuju ke tempat wisata Londa yang terletak disalah satu sisi bukit. Pada pintu masuk wisata ini, wisatawan akan bisa melihat dereta tau-tau dari kejauhan yang terletak di atas perbukitan secara berjejer. Namun uniknya, ketinggian dari patung-patung tersebut berbeda-beda, hal itu diartikan sebagai status sosial dari jenazah semasa hidupnya. Semakin tinggi status sosialnya, maka semakin tinggi tempatnya.

Hingga saat ini, pembuatan tau-tau masih dipertahankan dan menjadi daya tarik tersendiri. Tapi jika dulu perayaan Rambu Solo ini dirayakan dengan hikmat, sekarang upacara Rambu Solo ini mengikuti perkembangan zaman seiring pengaruh arus modern. Kalau dulu tau-tau dibuat dengan cara memahat kayu dan tanduk kerbau, kini alat pahatnnya menggunakan alat pahat besi. Selain lebih mudah dan efektif, patung tau-tau ini menjadi lebih sempurna dan lebih mirip dengan wajah jenazah.

Di wilayah Londa ini, selain melihat patung tau-tau, para wisatawan juga bisa menjelajahi beberapa destinasi obyek menarik dengan menyewa motor atau mobil. Tak hanya di Londa, wilayah lain seperti Kete Kesu, Tampang Allo, dan Lemo juga menjadi destinasi menarik di area Toraja. Hal penting yang harus diperrhatikan dari wisatawan ini yakni harus menjaga sopan santun dan tata krama di area perkuburan, karena merupakan area perkuburan leluhur nenek moyang dari masyarakat Toraja.


Catatan kaki: indonesia.go.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Edhi Sunarso, Sang Maestro Pematung Indonesia Sebelummnya

Edhi Sunarso, Sang Maestro Pematung Indonesia

Tok! Provinsi ini Diputuskan akan Menjadi Lokasi Baru Ibukota Negara Selanjutnya

Tok! Provinsi ini Diputuskan akan Menjadi Lokasi Baru Ibukota Negara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.