Gebyar Perayaan Kemerdekaan Indonesia Ke-74 dari Baku

Gebyar Perayaan Kemerdekaan Indonesia Ke-74 dari Baku

Paskibra Baku © KBRI Baku

Baku (17/08), langkah-langkah kaki anggota Paskibra yang sedang menyempurnakan latihannya sudah terdengar sejak pagi. Ragam pakaian adat Indonesia mulai dikeluarkan dari lemari koleksi di gedung KBRI Baku, untuk segera dipakai oleh para petugas upacara yang bertugas untuk membacakan teks Proklamasi, UUD’ 45, Doa serta MC pada upacara kali ini.

Masyarakat Indonesia yang ada di Baku dan sebagian mahasiswa juga penduduk Azerbaijan juga mulai menjejali pintu gerbang KBRI Baku pagi itu untuk menjadi bagian dari upacara pengibaran bendera merah putih sebagai tanda perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-74.

Sekitar pukul 9 lewat 15 menit, sesuai waktu yang dijadwalkan, para peserta upacara mulai membentuk barisan dan seluruh perangkat upacara telah berdiri tegap, menunggu aba-aba bahwa upacara akan segera dimulai. Pemimpin upacara, Kifah Gibraltar, memasuki lapangan upacara dengan pakaian ala paskibraka di Istana, setelan warna merah dan putih. Ia mengaba-abakan untuk memberikan hormat kepada Pembina upacara pagi ini, Dubes RI Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA.

Dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih, dengan tim paskibra yang terdiri dari mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Azerbaijan. Dengan sempurna sang merah putih dibuka dan dikibarkan bersama iringan lagu Indonesia Raya, yang kerap membuat nurani para WNI yang merantau di LN bergetar.

Dalam amanatnya, Dubes RI Azerbaijan, menyampaikan bahwa “Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar, merupakan tugas kita dan generasi muda untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa para pemimpin dunia. 270 juta orang Indonesia harus menjadi pribadi-pribadi yang unggul, berkarakter kuat dan cinta dengan tanah air untuk bersaing dengan masyarakat dunia,” ujarnya.

Seusai upacara, dilanjutkan dengan ramah-tamah, syukuran berupa makan tumpeng dan potong kue ulang tahun Indonesia. Perayaan 17 Agustus di Baku juga akan dilanjutkan dengan pesta rakyat yang akan dimulai pada pukul 5 sore di Wisma Indonesia.

Masih dalam rangkaian Dirgahayu Indonesia, KBRI Baku juga akan menyelenggarakan Indonesian Cultural Festival ke-4 pada bulan September.


Catatan kaki: (KBRI Baku)

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AIESEC dan Komunitas Pemuda Surabaya Menyuarakan Bahaya Sampah Plastik di Masa Mendatang Sebelummnya

AIESEC dan Komunitas Pemuda Surabaya Menyuarakan Bahaya Sampah Plastik di Masa Mendatang

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri Selanjutnya

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.