Dengan East Connecting Taxiway, Lepas Landas dan Pendaratan Pesawat Jadi Lebih Cepat

Dengan East Connecting Taxiway, Lepas Landas dan Pendaratan Pesawat Jadi Lebih Cepat
info gambar utama
  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan segera miliki East Connecting Taxiway(ECT).
  • Dengan ECT, proses lepas landas dan pendaratan pesawat bisa lebih cepat.
  • Progres pembangunan sudah mencapai 98 persen, dan bisa dioperasikan dalam waktu dekat.

Proses pembangunan East Connecting Taxiway di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebentar lagi selesai. Dengan progres mencapai 98 persen, fasilitas ini akan dioperasikan dalam waktu dekat di tahun 2019.

East Connecting Taxiway (ECT) merupakan jalur penghubung antara runway 1 dan runway 2. ECT membuat proses lepas landas (take-off) dan mendarat (landing) jadi lebih cepat, sehingga antrian pesawat di runway bisa diminimalisir.

"Saat ini Bandara Soekarno-Hatta sudah memiliki West Connecting Taxiway. Nantinya dengan adanya East Connecting Taxiway, maka pesawat memiliki alternatif lain untuk berpindah dari sisi utara ke sisi selatan maupun sebaliknya," terang Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, dalam keterangan resminya.

"Jadi, pesawat bisa lebih cepat merapat ke terminal penumpang setelah landing, atau bisa segera take-off saat dari terminal," imbuhnya.

BACA JUGA: 'Separuh Semanggi' di Bandara Soekarno-Hatta

Proyek pembangunan ECT sudah mencapai 98 persen | Foto: PT. Angkasa Pura II (Persero)
info gambar

Desain dan spesifikasi ECT

East Connecting Taxiway dibangun dengan dua lajur, yang masing-masing lajurnya selebar 25 meter, serta lebar bahu 2 x 7,5 meter. Ukuran ini menjadikan ECT bisa mengakomodir pesawat berukuran besar atau berbadan lebar (widebody).

Dengan panjang lintasan 2 kilometer, ECT langsung menghubungkan taxiway di runway utara dengan taxiway di runway selatan. Keuntungan lainnya adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat menampung lebih banyak penerbangan dan memperluas konektivitas penerbangan, karena memiliki tiga runway.

Tak hanya menawarkan beragam manfaat, desain ECT juga bisa membuat kita berdecak kagum, dan dapat menjadi salah satu ikon kebanggaan Indonesia.

ECT membentang tepat di pintu masuk bandara berada di atas jalan raya, sehingga masyarakat dapat melihat langsung keberadaan infrastruktur tersebut.

Kanopi Cakrawala akan menjadi ikon baru Indonesia | Foto: PT. Angkasa Pura II
info gambar

Tepat di bagian yang membentang di jalan raya, dibangun kanopi berkonsep "Cakrawala" sebagai pelindung jalur penghubung runway itu. Konsep Cakrawala mengandung arti batas transisi antara gelap dan terang, sebagai pembentuk ruang perpindahan antara dua tempat yang berbeda dari sisi suasana dan nuansa.

Kontras pencahayaan antara kanopi dan landscape juga menciptakan pemandangan dramatis dan memberikan kesan lembut.

"Kami berharap desain kanopi East Connecting Taxiway ini dapat turut mendukung Soekarno-Hatta sebagai ikon di Indonesia dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Kanopi berkonsep Cakrawala ini sekaligus membuat wajah Soekarno-Hatta semakin indah," pungkas Muhammad Awaluddin.**

BACA JUGA: Digital Airport Hotel Soetta Memikat Atensi Dunia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini