Di Kota Ini, Wanita yang Melamar Pria

Di Kota Ini, Wanita yang Melamar Pria

Tradisi Unik Wanita melamar Pria © Dega_saputra.student.umm.ac.id

Lamaran hakikatnya memang dilakukan oleh pihak pria untuk meminang seorang wanita untuk dijadikan istrinya kelak. Namun, ada tradisi yang unik di salah satu kota di Jawa Timur ini.

Lamongan memang dikenal oleh masyarakat luas sebagai kota soto, namun selain itu tradisi unik juga ada di kota tersebut yaitu tradisi lamaran.

Tradisi lamaran yang biasanya dilakukan oleh pihak pria kali ini dilakukan oleh pihak wanita. tradisi wanita yang melamar pria memang masih berlanjut hingga saat ini. Namun, hanya sebagian masyarakat saja yang menjalankan tradisi tersebut dikutip dari judul penelitian mahasiswa Unair yang berjudul "Uniknya Tradisi Lamaran di Lamongan".

Sejarah pernah mencatat bahwa, menurut legenda pada abad ke-14, Prabu Hayam Wuruk, Raden Panji Puspokusumo memimpin daerah Lamongan pada tahun 1640 hingga 1665.

Sang raja memiliki dua anak kembar bernama Raden Panji Laras dan Raden Panji Liris yang sangat tampan. Suatu hari kedua putra Prabu Hayam Wuruk, Raden Panji Laras dan Raden Panji Liris sedang bermain sabung ayam di daerah (Wirosobo) sekarang menjadi Kertosono.

Selepas di sana ketampanan mereka membius anak kembar dari Raja Wirosobo yaitu Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi.

Tradisi yang dilakukan sudah turun-temurun | Sumber: Souvenirpernikahan.com

Cinta memanglah buta, saking cintanya Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi kepada Raden Panji Laras dan Raden Panji Liris akhirnya mereka memutuskan pergi ke Lamongan untuk melamar kedua putra Prabu Hayam Wuruk tersebut walau ditentang norma saat itu.

Sejak saat itulah tradisi wanita melamar pria mencuat untuk melestarikan budaya leluhur.

Seserahan yang diberikan kepada Mempelai perempuan haruslah lebih | Sumber: Pernikahan.asia

Pada tradisi ini juga memberikan nilai sosial yang bisa diambil, yaitu wanita mempunyai penghargaan di hadapan sang pria. Selain itu, di sisi lain ada penghargaan khusus untuk pria yaitu ia meyakini bahwa wanita yang melamarnya itu adalah wanita yang tepat untuk dinikahi.

Tetapi, di balik itu semua calon mempelai pria harus memberikan seserahan lebih untuk wanita karena supaya pria tidak menggantungkan hidupnya kepada wanita karena, bisa dianggap turun derajatnya dihadapan masyarakat umum.

Catatan kaki: Syaria.uin_malang.ac.id | newsunair.ac.id | jawapos.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli50%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pertama di Indonesia, Checkout Tanpa Satupun Klik di E-Commerce Sebelummnya

Pertama di Indonesia, Checkout Tanpa Satupun Klik di E-Commerce

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri Selanjutnya

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.