Sudah Terlalu Banyak Noda di GBK

Sudah Terlalu Banyak Noda di GBK

Stadion Utama Gelora Bung Karno © gbk.id

Kubu lawan lagi-lagi berpesta di kandang kita. Hasil minor lagi-lagi menerpa timnas Indonesia. Noda kekalahan kembali mewarnai GBK, stadion yang menjadi kandang tim Garuda.

Angka 0-3 menghiasi papan skor Stadion Utama Gelora Bung Karno, menandai kemenangan Thailand atas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022, Selasa (10/9). Hasil yang membuat tim Garuda menelan nirpoin beruntun di dua laga kandang, Sungguh hasil yang sangat mengecewakan dan memalukan.

Beragam alasan dan analisis pun hadir mengiringi hasil tersebut. Ada yang bilang karena masa transisi pelatih dari Luis Milla ke Simon McMenemy, ada yang kembali menyalahkan federasi, bahkan juga ada yang bisanya cuma mencaci maki tanpa memberi solusi.

Tapi apapun itu, kekalahan 2-3 kontra Malaysia dan 0-3 lawan Thailand hanya dalam rentang waktu lima hari, memang tak bisa disikapi hanya dengan berdiam diri.

BACA JUGA: Kalau Suporternya Tidak Dewasa, Timnasnya Ya Gitu-gitu Aja

Saya tertarik dengan tulisan Isidorus Rio di IDN Times yang menyebut Stadion Manahan di Solo dan Stadion Mandala Krida di Yogyakarta bisa menjadi kandang alternatif timnas Indonesia. Renovasi yang sudah rampung dijalani kedua stadion itu menjadi alasannya, disertai nuansa baru yang ditawarkan.

Dengan berpindah kandang, atmosfer pertandingan akan berbeda. Dengan berpindah markas, sensasi dukungan dari suporter juga tidak akan sama. Ini bisa memberi warna baru bagi timnas Indonesia, terutama dari sisi non-teknis.

Tapi, Kawan GNFI perlu tahu. Memindahkan kandang timnas itu bukan perkara sepele. Pembahasan ini sudah berlangsung sejak lama, dan selalu menjadi perdebatan sengit seperti topik perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Stadion Pakansari di Bogor | Foto: Andika Wahyu/ANTARA Foto

Faktor pengganjal

Pengganjal utama untuk memindahkan kandang timnas Indonesia adalah kelayakan stadion. Sangat sulit dilakukan, dari GBK yang segala kelayakannya sudah diakui internasional, dipindah ke stadion lain yang standarnya 'setengah internasional', atau sedang diupayakan berstandar FIFA, mungkin juga minimal AFC.

Timnas Indonesia pernah mengalaminya ketika GBK direnovasi jelang Asian Games 2018. Kandang tim Garuda berpindah ke beberapa stadion seperti Patriot Chandrabhaga di Bekasi, atau ke Bogor di Stadion Pakansari. Kualitas rumput memang hanya sedikit di bawah GBK, tapi akses tentunya tidak se-strategis seperti di Jakarta.

BACA JUGA: Kilas Balik: Di Asian Games, Kita Akhirnya Bergembira Bersama

Menurut FIFA Stadium Safety and Security Regulations, stadion untuk menggelar laga internasional wajib memiliki fasilitas parkir yang mencukupi, ruang VIP/VVIP serta ruangan medis yang memadai, pusat media yang layak, mengantongi izin pemerintah dan kepolisian setempat, area pemasangan iklan, tempat meletakkan kamera televisi, dan tribun penonton yang aman.

Pakansari, Patriot Chandrabhaga, Mandala Krida, Maguwoharjo, dan Manahan, memang bisa menjadi alternatif kandang timnas Indonesia. Dengan catatan, fasilitas dan akses yang tidak sebaik GBK, dan mungkin bisa dipilih untuk laga-laga persahabatan.

Sebab, selain fasilitas untuk mengakomodasi penonton, kepentingan pemain di pertandingan juga perlu diperhatikan. Ini terkait visualisasi pemain, yang harus membiasakan diri jika bermain di stadion yang tidak biasanya.

Jangan sampai pertandingan kandang yang seharusnya menjadi keuntungan, justru berubah jadi seperti tempat netral, karena tim tuan rumah juga harus melakukan adaptasi lapangan dan atmosfer pertandingan, seperti yang juga dilakukan tim tamu.

Faktor pendukung

Tapi, sesekali timnas Indonesia perlu menjajal stadion lain sebagai kandangnya. Ini untuk mengenalkan timnas ke kota-kota lain di Indonesia. Bukan untuk komersialisasi ya, tapi untuk mengenalkan.

Silakan tengok laga-laga timnas yang digelar di luar Jakarta, pasti selalu penuh sesak penonton. Dari Maguwoharjo di Sleman sampai Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh, tak pernah gagal menyedot atensi suporter setempat.

BACA JUGA: 5 Stadion di Indonesia yang Bisa Menggelar Piala Dunia

Timnas Indonesia bisa mencontoh beberapa timnas di Eropa yang tidak memiliki stadion khusus tim nasional. Misalnya Italia, Spanyol, dan Jerman. Bahkan timnas Inggris yang begitu lekat dengan Stadion Wembley, bersedia pindah ke St. Mary's Stadium, kandang klub Southampton. agar bisa menjangkau penonton di daerah-daerah.

Apa lagi, beberapa tahun ke depan Jakarta bukan lagi ibu kota Indonesia. Ada aturan tak tertulis di sepak bola bahwa pertandingan timnas sebaiknya digelar di ibu kota negara. Merujuk ke 'ketentuan' ini, mata para pencinta sepak bola nasional akan tertuju ke Kalimantan.

Siapkah kamu, Stadion Aji Imbut di Kukar?

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli50%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tari Rampak Bedug Asal Provinsi Banten Sebelummnya

Tari Rampak Bedug Asal Provinsi Banten

Catat Tanggalnya. Inilah Jadwal Gelaran Formula E di Jalanan Jakarta Selanjutnya

Catat Tanggalnya. Inilah Jadwal Gelaran Formula E di Jalanan Jakarta

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.