Sepak Bola Api, Permainan Ekstrem Indonesia yang Sarat Makna

Sepak Bola Api, Permainan Ekstrem Indonesia yang Sarat Makna

Aksi permainan sepak bola api | foto: sportskeeda.com

Sepak bola merupakan salah satu permainan yang memiliki banyak penggemar di dunia. Di
Indonesia sendiri permainan yang juga merupakan cabang olahraga tersebut selalu menjadi
sorotan di masyarakat, baik pertandingannya sebagai tontonan ataupun untuk aktivitas
bersama.

Indonesia sendiri memiliki permainan sepak bola versi ekstrem yang melibatkan api. Di Sumba Barat permainan ini biasa dimainkan dan disebut dengan nama Laliang. Di Pulau jawa
permainan tersebut juga kerap dimainkan oleh murid-murid di pesantren. Umumnya
permainan ini muncul saat bulan Ramadan. Dalam rangka menyambut bulan suci, permainan
tersebut pun sering dimainkan setelah tarawih.

Santri yang asik bermain sepak bola api di Pondok Pesantren Sindo Ludiro, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah | foto: vidio.com

Bola dalam permainan ini terbuat dari kelapa tua yang sebelumnya airnya telah dibuang.
Bongkahan sabut yang berbentuk bundar kemudian direndam beberapa hari dalam minyak
tanah, sehingga terserap oleh serat-seratnya dan selanjutnya dapat terbakar.
Sama seperti permainan sepak bola pada umumnya, pemenang dalam permainan ini
ditentukan lewat gol yang di hasilkan namun ada beberapa hal berbeda yang tidak akan ditemuipada sepak bola biasa.

Pertama jumlah pemain yang turun ke lapangan hanya sekitar lima orang hal ini diikuti dengan keadaan pemain tidak menggunakan alas kaki. Selain itu karena lebih bersifat hiburan, durasi dari permainan tersebut pun fleksibel, tak ada aturan baku terkait waktu permainan. Satu larangan penting yang harus diperhatikan adalah larangan untuk menyundul bola, hal tersebut dilarang mengingat cipratan api yang dapat terkena wajah atau mata jika dilakukan.


Ritual khusus sebelum permainan


Bermain bola dengan api tentu saja penuh dengan risiko, maka dalam permainannya ada
beberapa hal yang dilakukan sebelum para pemain memulainya. Hal pertama yang harus
dilakukan adalah puasa selama sebulan, salah satunya puasa putih yang dilakukan selama lima hari. Puasa dilakukan dengan tujuan membersihkan diri para pemain. Selain puasa pemain juga harus menghindari makanan-makanan yang dimasak dengan api.

Sebelum memulai permainan, para pemain harus merendam kakinya di dalam air yang telah
didoakan. Beberapa doa seperti asmaul husna, ismul adhom dan lainnya akan dibacakan oleh
orang tertentu pada air rendaman. Sebelum benar-benar turun ke lapangan pemain umumnya
memakaikan minyak kelapa pada tangan maupun kaki untuk mengurangi potensi kulit yang
terbakar.


Nilai-nilai dalam permainan

Santriwati yang ikut memainkan sepak bola api | foto : liputan6.com

Walaupun terbilang berbahaya permainan sepak bola api penuh dengan pesan moral.
Keberanian dan keyakian merupakan hal pertama yang harus dimiliki seseorang untuk ikut
dalam permainan ini, tanpa hal tersebut tidak mungkin seseorang akan terlibat.
Seperti sepak bola ada umumnya permainan ini juga menjunjung sportivitas dan kebersamaan.


Dengan tingkat cedera yang lebih tinggi dari olahraga biasa, pemain dituntut untuk
berkompetisi dengan tetap memperhatikan keselamatan lawan maupun teman satu timnya
dengan kadar yang lebih dari permainan bola biasa. Kemenangan bukanlah satu-satunya yang
dikejar dalam permainan ini.


Selain kepada orang lain pemain juga dituntut untuk mawas diri. Berbagai ritual yang dilakukan adalah bentuk bagaimana manusia harus mempersiapkan diri secara matang dalam segala hal yang dilakukan dan tidak menyepelekan apapun. Beberapa persiapan yang dilakukan juga banyak yang berhubungan dengan upacara keagamaan sehingga dapat menjadi salah satu pengingat para pemain untuk beribadah.

Kesempatan yang sama juga diberikan pada setiap kalangan tanpa membedakan gender-nya.
Meski berbahaya, para santriwati juga kerap memainkan permainan tersebut. Tak ada larangan bagi perempuan untuk ikut berpartisipasi. Walau terbuka untuk semua, permainan ini hanya dimainkan oleh remaja dan dewasa karena dianggap terlalu berbahaya bagi anak-anak.


Nilai-nilai yang terkandung sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sebagai
manusia. Selain menjadi olahraga dan hiburan para pemain dan penonton bisa mengambil
pesan yang dapat diterapkan dalam kehidupannya.

Sumber : komiqu.com | liputan6.com | beritajateng.net |budaya-indonesia.org | tribunnews.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Gula Merah dan Gula Pasir Iringi Kisah Cinta Habibie-Ainun Sebelummnya

Gula Merah dan Gula Pasir Iringi Kisah Cinta Habibie-Ainun

10 Kota Ramah Vegan di Dunia Versi The Vegan Word Selanjutnya

10 Kota Ramah Vegan di Dunia Versi The Vegan Word

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.