Jembatan BJ Habibie, Penghargaan dari Timor Leste untuk Habibie

Jembatan BJ Habibie, Penghargaan dari Timor Leste untuk Habibie

Jembatan Habibie di Timor Leste | Foto: tagar.id

Sejak 1999 Timor Leste atau pada masa itu dikenal dengan Timor Timur berpisah dari Indonesia. Lepasnya negara yang pernah jadi provinsi ke-27 Indonesia ini justru merajut hubungan yang lebih baik pada keduanya.

B.J Habibie yang saat itu mejabat sebagai presiden pun mendapat penghormatan dari rakyat Timor Leste. Salah satu bentuk rasa hormat tersebut ditunjukan dengan pemberian nama Jembatan dengan nama Presiden ketiga Indonesia itu.

Pembangunan jembatan dan harapannya

Pada Sabtu 29 Agustus 2019 lalu dilakukan peresmian jembatan B.J Habibie
yang bertepatan dengan 20 tahun referendum negara tersebut. Jembatan
Habibie ini berada di Bidau Santana, Dili, Timor Leste. Pembangunan yang
dilakukan menghasilkan jembatan dengan panjang 540 meter dengan lebar 78
meter yang terbagi dalam dua jalur.

Jembatan dengan nama salah satu tokoh yang berperan memajukan teknologi di Indonesia tersebut menghabiskan dana sebesar 3,9 juta dollar AS atau setara
dengan 54,8 miliar rupiah. Posisinya berada di antara Avenida Dos Direitos
Humanos dan objek wisata patung yesus terkenal bernama Cristo Rei.

Tak hanya pada negaranya, jembatan ini juga menghubungkan Timor Leste dengan Indonesia yang diharapkan oleh pemerintah Indonesia dapat mempermudah kerja sama kedua negara, khususnya di bagian perbatasan seperti Motaain, Motamasin, dan Wini.

Proyek kerja sama terkait infrastuktur sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak
tahun 2010 dengan melibatkan perusahaan kontruksi swasta ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Indonesia.

Pada peresmian tersebut turut hadir menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) Indonesia, Basuki Hadimuljono, yang ditunjuk oleh Presiden Joko
Widodo. Menurutnya penamaan tersebut juga menjadi suatu kehormatan yang
didapatkan pemerintah Indonesia.

Hubungan Habibie dengan Timor Leste

Wafatnya Habibie tak hanya membuat masyarakat Indonesia berkabung namun
juga banyak pihak di Timor Leste. Walaupun terjadi pro-kontra atas berpisahya
Timor Leste dari Indonesia hubungan Habibie dengan Timor Leste dan tokoh-
tokohnya terlihat dekat dan harmonis.

Xanana Presiden Pertama Timor Leste menjenguk Habibie | Foto: Youtube Tribun Timur

Sebelum kepergianya bahkan beliau sempat dijenguk oleh presiden pertama Timor Leste, Xanana Gusmao. Dalam dokumentasi yang beredar di internet terlihat tokoh Timur Leste tersebut menggenggam tangan dan memeluk Habibie.

Xanana juga sempat mencium kening Habibie sambil menangis yang kemudian dibalas Habibie dengan mengelus kepala Xanana Gusmao.

Jika menarik sejarah, sebelumnya Indonesia pernah menawarkan otonomi khusus yang diperluas pada Timor Leste namun opsi terebut tidak diterima. Setelah banyak berkonsultasi Habibie memutuskan untuk mengadakan jajak pendapat di Timor Leste.

Walaupun sering kali disebut dengan referendum Habibie kurang suka untuk
memakai istilah tersebut. Referendum dianggap kurang demokratis karena
membutuhkan izin MPR, sedangkan jajak pendapat yang ia lakukan tidak
walaupun MPR juga memiliki hak menolak hasilnya.

Pada 4 September 1999 hasil jajak pendapat keluar dengan presentase 78,5 persen menolak dan 21,5 persen menerima masuk ke Indonesia. Dengan hasil tersebut daerah yang awalnya bernama Timor Timur tersebut berganti menjadi Timor Leste dan secara resmi berpisah dari Indonesia. Pada masa pemerintahannya, kebijakan Habibie sering kali mendapat apresiasi.

Rakyat Timor Leste dan Bendera Negaranya | Foto: mediaindonesia.com

Selain memberikan hak suara pada Timor Leste, ia juga dikenal sebagai tokoh
yang menginisiasi dialog awal dengan Papua. Sosoknya juga dikenal tidak anti
kritik dengan mendukung adanya Undang-Undang Kebebasan Pers.

Habibie juga melakukan pembebasan terhadap para tahanan politik dan narapidana orde baru serta mendirikan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) sebagai bentuk kepedulian negara atas peristiwa kekerasan yang dialami perempuan khususnya etnis Tionghoa pada kerusuhan Mei 1998.

Sumber: idntimes.com| tribunnews.com | rri.co.id | kompas.com | tempo.co

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Meriahnya Pameran Kerajinan Terbesar di Indonesia Sebelummnya

Meriahnya Pameran Kerajinan Terbesar di Indonesia

Menyelisik Manfaat Energi Terbarukan Selanjutnya

Menyelisik Manfaat Energi Terbarukan

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.