Galaherang, Kapal Bandong yang Hampir Usang

Galaherang, Kapal Bandong yang Hampir Usang

Galaherang/kapal bandong © Neneng Nursanah

Galaherang atau yang akrab dipanggil kapal bandong adalah kapal wisata yang dipakai untuk mengelilingi Sungai Kapuas. Galaherang sendiri adalah kapal wisata yang terbuat dari kayu yang memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebarnya 12 meter. Diberi atap sehingga mirip dengan rumah terapung.

Ada tiga bagian dalam kapal ini. Bagian depan sebagai ruang kendali, bagian tengah dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan barang dan kursi untuk penumpang, sedangkan bagian belakang dilengkapi dengan toilet dan dapur serta mesin penggerak badan kapal. Bagian atas kapan juga disediakan tempat duduk untuk para penumpang galaherang yang ingin menikmati suasana diatas kapal.

Kapal bandong juga menyediakan fasilitas lain yang bisa dinikmati oleh pengunjung seperti kantin makanan yang terletak di tengah kapal yang menyediakan berbagai makanan seperti cemilan dan minuman yang bisa dinikmati ketika menaiki kapal ini. Harga yang dijual pun cukup terjangkau dimulai dari harga lima ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah saja. Kantin galaherang juga menyediakan makanan berat seperti nasi goreng, mie goreng, atau pecel ayam dan lele.

Sebelum dialihkan menjadi kapal wisata dahulu kapal bandong adalah kapal yang dipakai untuk mengangkut barang dan orang untuk menyusuri sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas.

Mulai dari kota Pontianak hingga ke daerah pedalaman seperti kabupaten Kapuas Hulu ataupun Kabupaten Sanggau. Saat itu jalur air sangat sering digunakan mengingat akses jalan yang memadai serta sangat langka.

Suasana Sungai Kapuas @ Neneng Nursanah

Kini seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin canggih, kapal bandong atau galaherang sudah jarang digunakan sebagai alat transportasi. Kapal bandong pun menjadi sangat langka, tak jarang ada juga yang rusak karena ditinggalkan begitu saja di pinggiran Sungai Kapuas.

Namun jenis transportasi air seperti kapal bandong juga menjadi salah satu andalan bagi masyarakat pedalaman atau masyarakat yang tinggal dipinggiran sungai untuk mengangkut barang-barang berat, sembako dan barang keperluan rumah tangga lainnya.

Tentunya menjadi hal yang baik ketika kapal bandong ini bisa dimafaatkan kembali. Dengan pengemasan yang baik seperti sekarang kapal bandong menjadi salah satu kapal wisata yang dijadikan andalan ketika ingin menyusuri sungai Kapuas.

Kini para wisatawan yang berkunjung Pontianak dapat merasakan sensasi seru menelusuri sungai Kapuas sambil menikmati pemandangan sekitar yang memanjakan mata.

Kapal bandong bisa kita temuka di pinggiran sungai yang dekat dengan alun-alun Kapuas Pontianak. Kapal bandong biasa beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu, semakin malam maka semakin ramai pula orang ingin menaiki kapal tersebut, karena pada malam hari pemandangan yang disajikan jauh lebih indah dari pada siang atau sore hari.

Perjalanan yang ditempuh untuk menyusuri sungai Kapuas juga cukup lama yaitu dari 30 hingga 60 menit.

Penasaran dengan galaherang atau kapal bandong? Yuk kunjungi Pontianak dan rasakan sensasinya!

Sumber: Kompas | Kompasiana

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

HUT ke-73, TNI AL Fokus pada Pembangunan SDM Sebelummnya

HUT ke-73, TNI AL Fokus pada Pembangunan SDM

Sudut Seni-Budaya Sunda Kini Hadir di Inggris Selanjutnya

Sudut Seni-Budaya Sunda Kini Hadir di Inggris

Mona Destiana
@mona_destiana

Mona Destiana

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.