Cara Nelayan Banyuwangi Ungkap Rasa Syukur Dengan Petik Laut

Cara Nelayan Banyuwangi Ungkap Rasa Syukur Dengan Petik Laut

Tradisi Petik Laut dilakukan oleh Nelayan Banyuwangi © Twitter

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Ritual ini bisa dilihat di Kota Banyuwangi di Desa Muncar setiap tahun para nelayan setempat melaksanakan acara adat Petik Laut Muncar. Petik Laut adalah sebuah upacara adat atau ritual sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan untuk memohon berkah, rezeki dan keselamatan yang dilakukan oleh para nelayan. Ritual ini diawali dengan pembuatan sesaji oleh sesepuh nelayan. Kemudian perahu kecil (perahu sesaji) disiapkan dan dihias secantik mungkin mirip dengan kapal nelayan yang biasa digunakan melaut kemudian kapal tersebut dihanyutkan ke laut.

Sumber | Youtube.com

Sejarah Petik Laut ini adalah warisan dari para leluhur yang disebut sebagai sedekah masyarakat terhadap laut yang selama satu tahun menjadi tempat mereka mengais rezeki. Tradisi petik laut ini selalu diadakan bertepatan pada tanggal 15 Muharram yang dimana bertepatan juga dengan pasang surut air laut. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1901.

Arti dari kata Petik Laut sendiri diambil dari bahasa jawa yang artinya Ambil atau Pungut yang merupakan kepanjangan dari memetik, memungut dan mengambil. Yang artinya yaitu mengambil hasil usaha dari laut. Tradisi Petik Laut Muncar sendiri diawali dengan mengarak sesaji yang berisikan macam-macam kue, buah-buahan, pancingan emas dan dua ekor ayam ini akan dibawa keliling kampung oleh masyarakat. Sesampainya sesaji di pantai akan disambut dengan tarian gandrung kemudian sesaji tersebut akan dibawa keatas kapal kecil saat itulah warga berebut naik keatas kapal supaya tertular berkah.

Masayarat menyebutnya ider bumi dan tirakatan serta pengajian. Sesaji ini akan dilepaskan oleh iringan kapal di tengah laut tak hanya sekali sesaji yang dilepaskan ditengah laut dilakukan dua kali dengan tempat yang berdekatan. Setelah itu para nelayan yang ikutan dalam ritual tersebut akan berlomba-lomba mengambil sesaji tersebut lalu kapal yang merek tumpangi akan ditabrakan.

Tradisi Petik Laut ini selalu diakhiri dengan doa bersama oleh para sesepuh dan petinggi desa setempat yang menjadi sosok memimpin acara selametan tersebut. Tradisi Petik Laut ini memang sekedar ritual adat setempat. Namun, keunikan dari festival tersebut ternyata menjadi daya tarik para wisatawan mancanegara maupun lokal.

Catatn Kaki: Pegipegi.com | Wikipedia | Detik.com | Kumparan

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli100%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Pasar Unik Tawar Menawar Dengan Menggunakan Bahasa Isyarat Sebelummnya

Pasar Unik Tawar Menawar Dengan Menggunakan Bahasa Isyarat

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru Selanjutnya

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

chelsea sivana sofie maria
@chelseasivana

chelsea sivana sofie maria

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.