Menghidupkan Kembali Dongeng yang Terlupakan

Menghidupkan Kembali Dongeng yang  Terlupakan
info gambar utama

Saat ini bercerita atau mendengarkan dongeng adalah salah satu hal yang sudah jarang dilakukan. Dongeng dianggap sudah kuno dan ketinggalan zaman, maka tak jarang banyak orang yang sudah lupa dengan yang namanya dongeng. Padahal dongeng sejak lama sudah menjadi bagian dari masyarakat.

Dongeng sendiri dikenal sebagai salah satu cerita fiksi yang diwariskan secara turun temurun dan sering kali dipakai sebagai pengantar tidur untuk anak-anak. Waktu kecil mungkin kita sering mendengar orang tua kita mendongeng atau kita juga sering menonton acara dongeng yang tayang di televisi. Biasanya dongeng yang dibawakan adalah tentang tingkah laku binatang atau fabel yang kerap lebih menarik bagi anak-anak.

Dahulu dongeng hanya dikenal sebagai cerita yang biasa aja dan akan berlalu begitu pagi hari tiba. Tapi tahukah kamu bahwa dongeng bisa menjadi salah satu pemacu kecerdasan anak? Mendengarkan dan menyimak sebuah dongeng sama halnya dengan kita menonton televisi.

Pernahkah kamu merasa sedih, senang dan tiba- tiba menagis begitu saja ketika menonton televisi? Nah inilah yang kita rasakan juga ketika menyimak sebuah dongeng.

Namun bedanya dari dongeng adalah adanya interaksi antara pendongeng dengan orang yang mendengarkan dongeng. Tentu saja sebuah dongeng harus dibawakan dengan menarik dan bisa menguras emosi bagi yang menyaksikannya. Cerita yang disampaikan melalui dongeng jika dibawakan dengan penuh emosional akan lebih mudah diingat oleh anak.

ilustrasi mendongeng2 @ pinterest.com
info gambar

Untuk memperkuat cerita dalam dongeng bisa menggunakan beberapa atribut seperti boneka. Tiruan suara hewan atau kreativitas lainnya. Melalui dongeng banyak pesan kebaikan yang dapat disampaikan seperti sopan, setia, rendah hati, jujur, tidak serakah, tak boleh mencuri, membantu orangtua hingga rajin belajar. Pesan-pesan sederhana itu biasanya diajarkan kepada anak- anak.

Dari cerita dongeng anak-anak bisa belajar melalui pesan moral yang disampaikan. Selain itu dongeng bisa memotivasi minat baca anak di mana anak-anak yang tertarik dengan dongeng akan memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ketika tertarik pada dongeng, mereka menjadi lebih tertarik pada buku-buku cerita bergambar. Maka dengan sendirinya, minat baca mereka juga akan meningkat. Selain itu, mendengarkan cerita dongeng juga dapat membantu anak untuk bersosialisasi dengan orang lain serta merangsang kepakaan mereka terhadap sekitarnya.
Dongeng tak melulu dilakukan menjelang tidur, dongeng bisa dilakukan melaui aktivitas belajar anak atau melalui kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh anak.

Nah sudah tahu bukan banyak sekali manfaat dari dongeng yang dapat memacu kecerdasan anak. Tanpa kita sadari dongeng dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Alangkah baiknya jika minat baca seorang anak dimulai dari kesukaannya akan dongeng.

Mari apresiasi dongeng dengan cara terus mengajarkannya kepada anak.

Sumber: Kompas | Tirto

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini