Pasar Unik Tawar Menawar Dengan Menggunakan Bahasa Isyarat

Pasar Unik Tawar Menawar Dengan Menggunakan Bahasa Isyarat

Tranksaksi unik dengan melakukan bahasa isyarat © Dailymotion.com

Pasar yaitu merupakan tempat infrastrukrur yang menempatkan para penjual dan pembeli disuatu tempat. Pada umumnya, pasar merupakan tempat penjualan berbagai macam barang ataupun buah dan sayuran. Biasanya terjadi tawar menawar harga yang ditentukan oleh pembeli maupun penjual dengan cara berkomunikasi suatu harga yang ditentukan atau yang biasanya disebut tawar menawar.

Namun, ada yang berbeda dengan pasar yang berada di Provinsi Sumatera Barat ini. Mereka melakukan tranksaksi jual beli dengan menggunakan bahasa isyarat atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Bisu eits Tetapi jangan salah sangka terlebih dahulu, memang namanya Pasar Bisu tetapi yang melakukan tranksaksi tersebut bukan berarti orang bisu loh ya itu merupakan sebuah Tradisi yang sudah ada sejak turun temurun. Tradisi ini terjadi di Desa Cubadak Kecamatan Tanah Datar dan buka setiap hari Selasa. Mungkin terkesan masuk akal Namun, dari tawar menawar menggunakan bahasa isyarat itulah yang menjadi hal unik dipasar tersebut.

Sedangkan barang yang dijual merupakan hewan ternak seperti kambing, kerbau dan sapi. Sesuai dengan namanya yaitu Pasar Bisu antara penjual dan pembeli tidak melakukan banyak bicara. Proses tranksaksi ini disebut Marosok yang artinya dalam bahasa indonesia berarti Meraba.

Sumber | Hipwee.com

Kegiatan Marosok sendiri berlangsung antara penjual dan pembeli layaknya orang bersalaman tetapi, tangan mereka ditutup dengan kain. Umumnya, sarung digunakan untuk menutup tangan mereka Namun, tak menutup kemungkinan ada yang menggunakan songkok atau peci.

Proses tranksaksi Merosok ini dilakukan dengan cara kedua tangan yang bersembunyi dibalik kain atau handuk dengan saling meraba jari-jari antara penjual dan pembeli. Tradisi unik ini sudah ada sejak zaman kerajaan Minangkabau dan sudah dilakukan secara turun temurun. Tentu tradisi ini punya tujuan lain yaitu, untuk menjaga kerahasiaan harga supaya tidak diketahui orang lain ketika sudah setuju untuk tranksaksi.

Tradisi ini disebut Marosok yang sudah ada pada zaman kerajaan Minang | SuratKabar.id

Pasar ini menyita perhatian wisatawan ketika berkunjung untuk melihat proses tranksaksi yang unik ini. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, pembeli dan penjual berjabatan tangan dengan waktu yang lama. Saat itulah proses tranksaksi dimulai dan menyepakati harga yang ditentukan. Jari-jari mereka bermain melambai ke kanan dan kiri dan bisa juga melambangkan jumlah uang yang harus diberikan.

Catatan Kaki: Bangkapos.com | Detik.com | Merdeka.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pelajaran Berharga Bangsa: Meninggalnya "Rudy" BJ Habibie Sebelummnya

Pelajaran Berharga Bangsa: Meninggalnya "Rudy" BJ Habibie

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar Selanjutnya

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar

chelsea sivana sofie maria
@chelseasivana

chelsea sivana sofie maria

Nama saya Chelsea Sivana Sofie Maria bias dipanggil Chelsea atau Siva saat ini saya sedang menempuh pendidikan Strata 1 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabay. Jurusan yang saya ambil Komunikasi Penyiaran Islam saat ini saya sudah semester 7. saya mempunyai Hobby menulis dan nonton drama korea. Singkat cerita tentang diri saya wassalamuaalaikum wr wb

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.