Nama Silsilah Keluarga dalam Budaya Jawa: Trah Keturunan

Nama Silsilah Keluarga dalam Budaya Jawa: Trah Keturunan

Kratonjogja.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jawa memiliki budaya yang sangat luar biasa hebatnya. Apalagi dalam penamaan sebuah garis keturunan ke atas atau ke bawah, dibandingkan dengan budaya barat yang kurang-lebih berhenti sampai cucu (grandchild).

Dalam jawa, ada istilah dalam garis keturunan sejauh hingga keturunan ke 18. Garis tersebut disebut dengan istirah Trah.

Sumber : bombastis

Berikut adalah istirah untuk trah keturunan dalam Bahasa jawa :

Kita berada disini
Keturunan ke-1. Anak
Keturunan ke-2. Putu, dalam bahasa Indonesia disebut “cucu”
Keturunan ke-3. Buyut, dalam bahasa Indonesia disebut “cicit”
Keturunan ke-4. Canggah
Keturunan ke-5. Wareng
Keturunan ke-6. Udhek-Udhek
Keturunan ke-7. Gantung Siwur
Keturunan ke-8. Gropak Senthe
Keturunan ke-9. Debog Bosok
Keturunan ke-10. Galih Asem

Sumber : popmama


Keturunan ke-11. Gropak waton
Keturunan ke-12. Cendheng
Keturunan ke-13. Giyeng
Keturunan ke-14. Cumpleng
Keturunan ke-15. Ampleng
Keturunan ke-16. Menyaman
Keturunan ke-17. Menya-menya
Keturunan ke-18. Trah tumerah.

--

Diambil dari berbagai sumber

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga39%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau43%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Pembalap Asal Indonesia Mengumandangkan "Indonesia Raya" di Malaysia Sebelummnya

Pembalap Asal Indonesia Mengumandangkan "Indonesia Raya" di Malaysia

Setelah 9 Tahun Berjuang, Akhirnya Kaldera Toba Diakui UNESCO Global Geopark Selanjutnya

Setelah 9 Tahun Berjuang, Akhirnya Kaldera Toba Diakui UNESCO Global Geopark

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.