iOs Developer Termuda Asal Indonesia Bikin Kagum CEO Apple

iOs Developer Termuda Asal Indonesia Bikin Kagum CEO Apple

Yuma Soerianto programming cilik asal Indonesia © foto : Liputan6.com

Indonesia tidak kekurangan anak-anak pintar dan jenius. Siapa bilang jika ingin sukses harus menunggu dewasa terlebih dahulu? Anggapan tersebut berhasil dipatahkan oleh anak berusia 10 tahun bernama Yuma Soerianto.

Dilansir dari Liputan6.com, meski masih berusia 10 tahun, ia berhasil menjadi developer aplikasi termuda dalam Worldwide Developer Conference (WWCD) pada tahun 2017.

WWCD merupakan konferensi paling bergengsi untuk para pengembang aplikasi yang digelar setiap tahun oleh Apple. Acara tersebut termasuk sebagai acara yang sangat ketat dalam menyaring peserta untuk kempetisi ini.

Namun, anak berdarah Indonesia ini berhasil masuk dan menjadi salah satu peserta melalui jalur beasiswa yang dibuka Apple. Yuma berhasil menunjukkan kemampuannya yang memukau sampai ia berhasil mengalahkan ribuan applicant lain dari seluruh dunia, sehingga ia menjadi pemenang beasiswa yang termuda.

Sejak usia 6 tahun Yuma mampu membuat program. Pada awalnya, developer aplikasi termuda ini hanya membuat sebuah situsweb dengan pemrograman dasar seperti CSS dan Javascript.

Yuma Soerianto | Foto : Kompastekno

Setelah dua tahu berlalu, Yuma masih tetap menjadi salah satu pengembang aplikasi termudia di dunia. Bahkan aplikasi yang ia buat semakin banyak. Bisa dibilang Yuma merupakan ikon baru untuk anak-anak Indonesia agar fasih dalam memanfaatkan teknologi.

Beberapa aplikasi buatan Yuma sudah tersedia di AppStore. Sementara itu, Yuma sempat bertemu dengan CEO atau bos tertinggi Apple yakni Tim Cook yang terkesan dengan aplikasi yang telah dibuat oleh Yuma dalam perjalanan di pesawat dari Melbourne menuju Amerika Serikat.

Tim Cook tertarik dengan aplikasi yang dibuat oleh Yuma yakni aplikasi untuk membantu orangtuanya dalam menentukan harga sebuah barang.

Harga tersebut sudah termasuk dengan harga pajak, serta disajikan dalam bentuk yang sudah dikonversikan ke mata uang yang digunakan. Menurut Tim Cook, ini akan berguna ketika mereka berbelanja souvenir untuk oleh-oleh dari perjalanan mereka.

“Keren sekali, hebat, kamu benar-benar menyelesaikan ini hanya dalam 14 jam? Luar biasa! Aku tidak sabar ingin segera melihat karya besarmu selanjutnya,” komentar Tim Cook kepada Yuma saat mendemokan aplikasinya.

Saat ditanya terkait apa cita-cita besarnya, Yuma mengatakan bahwa ia ingin mendorong orang-orang untuk belajar pemrogaman.

“Aku ingin semua orang tahu kalau sebenarnya mereka pun bisa membuat program dengan mudah,” ujar anak ajaib ini.

Yuma juga mempunyai kanal YouTube bernama Anyone Can Code, yang berisi konten terkait tutorial programming.


Catatan kaki: Liputan6.com | Kumparan

Pilih BanggaBangga61%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mengandung Andung Alunan Lagu Untuk Orang Meninggal Sebelummnya

Mengandung Andung Alunan Lagu Untuk Orang Meninggal

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono" Selanjutnya

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono"

Asriyati .
@asriyati

Asriyati .

Hii Saya mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang lagi magang di Good News From Indonesia, bimbing aku yaa.. hehe

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.