Angeun Lada, Kuliner Wajib Perayaan Besar

Angeun Lada, Kuliner Wajib Perayaan Besar

Angeun Lada (Sayur Pedas) ©uniek88.wordpress.com

Banten merupakan provinsi baru Indonesia yang berkembang begitu cepat. Wilayah yang dahulunya merupakan bagian dari Jawa Barat ini juga mengalami perkembangan dalam berbagai bidang, termasuk juga pariwisata. Banyak destinasi wisata memesona yang populer dan dikunjungi. Sebut saja Pantai Tanjung Lesung, Kampung Baduy, dan lain-lain. Tak hanya destinasi wisata alam saja, Banten juga menyuguhkan kuliner sedap, salah satunya adalah Angeun Lada.

Dalam bahasa Sunda Angeun sendiri artinya Sayur dan Lada adalah Pedas, dan bisa diartikan Sayur Pedas. Angeun Lada sendiri menjadi salah satu kuliner turun temurun dari masyarakat di Banten. Bahan utama pembuatan kuliner khas Banten ini adalah babat sapi, dan campuran sayur. Tidak ketinggalan bahan baku utamanya juga daun khas yang bernama daun walang yang aromanya sangat menyengat. Untuk bumbu-bumbunya seperti halnya bawang merah, kemiri, bawang putih, dan tak ketinggalan kencur.

Angen Lada iga sapi | sumber: indonesiatripnews.com

Masyarakat Banten, sayur yang memiliki citarasa gurih pedas ini banyak digunakan sebagai hidangan wajib pada perayaan-perayaan besar. Contohnya saja saat hari raya Idul Fitri. Selain itu juga dijadikan sebagai suguhan saat ada acara keluarga. Ini menjadi salah satu kuliner khas yang memiliki peran cukup penting, tak salah sampai sekarang ini masih banyak diolah.

Ternyata angeun lada ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Sejak 2016 oleh Kementerain Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Sebagai informasi, warisan budaya tak benda ini termasuk tradisi, seni pertunjukan, dan ekspresi lisan. Serta tidak ketinggalan ruang budaya yang diakui oleh berbagai komunitas. Penetapan ini ditandatangani pada 14 September 2016.

Cara Membuat Angeun Lada:

Dari berbagai litelatur menyebutkan, angeun lada merupakan masakan khas Pandeglang yang mirip dengan soto betawi yang dimasak menggunakan aneka jenis rempah-rempah.

Untuk memasak angeun lada dengan bahan baku utama 1 kg jeroan sapi/kerbau diperlukan bumbu sebagai berikut: tiga buah tomat yang dipotong kasar terlebih dahulu, dua batang daun walang, dua batang serai yang disiapkan dengan cara ditumbuk atau dimemarkan. Kemudian, satu ruas lengkuas yang dimemarkan terlebih dahulu, tiga lembar daun salam, lima sendok makan minyak goreng, garam halus, gula pasir dan air secukupnya.

Selain rempah di atas, ada juga bumbu lain yang harus dihaluskan, yakni 10 butir kemiri digoreng terlebih dahulu, 20 buah cabai merah, dua ruas kencur yang dikupas dan dibakar terlebih dahulu, satu ruas jahe yang dikupas dan dibakar, 10 butir bawang merah yang dibakar dan empat siung bawang putih yang dibakar.

Proses memasaknya, cuci daging jeroan, kemudian dipotong kecil-kecil seperti mau membuat sate, atau bisa disesuaikan dengan selera. Selanjutnya, campurkan daging dan jeroan yang sudah dipotong seperti dadu dengan bumbu yang dihaluskan tadi, dan dicampurkan minyak hingga rata, kemudian masak dengan air secukupnya menggunakan api sedang, biasanya masyarakat Banten dan Sunda memakai kompor alam, atau bisa disebut tungku dan kayu bakar.

Langkah selanjutnya, masukan daun walang,lengkuas,serai, daun salam, gula dan garam. Masak sampai potongan daging dan jeroan matang dan bumbu meresap Sebelum diangkat, masukan potongan tomat yang tadi sudah disiapkan, aduklah sebentar kemudian angkat dan segera sajikan. Angeun lada sangat enak dimakan dalam kondisi panas.

Selamat mencoba membuat Angeun Lada!

Salah satu penjual Angeun Lada | sumber: travelingyuk.com


Catatan kaki: Angeun Lada | cara membuat Angeun Lada

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ketika Mahasiswa Mulai Bersuara Sebelummnya

Ketika Mahasiswa Mulai Bersuara

Tak Lekang Oleh Waktu, Inilah Dongeng Populer di Indonesia (Bagian II) Selanjutnya

Tak Lekang Oleh Waktu, Inilah Dongeng Populer di Indonesia (Bagian II)

Fikri Abdul Karim
@fikriabdulkarim

Fikri Abdul Karim

Panggil aja Zaqi, kalau mau tau lebih Follow Instagram, Twitter, dan Facebooknya gaes. Hobby ku Nge Game. Terutama PUBG di Invite ya : SVR | Akagami

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.