Inilah Kedai Kopi Pertama di Indonesia

Inilah Kedai Kopi Pertama di Indonesia

kedai Kopi Pertama di Indonesia © foto : coffeeland.co.id

Belakangan ini kedai kopi kekinian marak sekali di jumpai di Indonesia, terutama di kota-kota besar mendadak menjamur. Terlebih generasi muda saat ini, nongkrong di kedai kopi merupakan bukan lagi suatu kebutuhan melainkan sudah menjadi gaya hidup.

Kedai kopi atau biasa disebut dengan coffee shop dibuat dengan kenyamanan serta desain dan konsep semenarik mungkin nan estetik, sehingga membuat para pengunjung tidak hanya menikmati kopi saja namun turut melebur dalam suasana yang nyaman.

Tidak banyak yang tahu, jauh sebelum kedai kopi nyaman dengan wifi dan mesin espresso yang canggih, kedai kopi mengalami evolusi dari zaman ke zaman.

Sejak dahulu, kedap kopi sudah banyak berdiri di Indonesia. Jika saat ini yang disajikan di sebuah coffee shop adalah secangkir cappuccino dari mesin espresso, berbeda dengan dulu yakni yang disajikan merupakan secangkir kopi dari ceret kuno.

Tetapi, Kawan GNFI tidak perlu khawatir, karena kopi klasik tetap bisa dinikmati di kedai kopi modern, cita rasa khas dari kopi asal Indonesia yang membuat beberapa kedai kopi berikut ini bisa berdiri hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.

Berikut ini termasuk kedai kopi tertua yang legendaris dan pertama kali berdiri di Indonesia. Sejak empat abad lalu, kedai kopi atau warung kopi sudah hadir di Indonesia, tepatnya ketika India mengirimkan biji kopi Yemen atau biasa dikenal dengan Arabica kepada Pemerintahan Belanda di Batavia pada tahun 1696.

Nah, Kawan GNFI berikut ini beberapa kedai kopi yang pertama kali berdiri di Indonesia loh, yuk kita simak ulasannya.

Warung Tinggi Tek Sun Ho – Tahun 1878

Warung Tinggi ini terletak di Hayam Wuruk, Jakarta. Sebelumnya, kedai kopi ini bernama Tek Sun Ho yang didirikan oleh Liaw Tek Soen pada tahun 1878. Kedai yang berusia 138 tahun ini sudah bertahan melintasi lima generasi keturunannya. Menu kopi yang terkenal disana adalah kopi jantan dan kopi betina.

Kopi jantan memiliki rasa yang sangat keras serta berkhasiat meningkatkan vitalitas, sedangkan kopi betina banyak sekali disukai oleh anak muda. Saat ini, warung tinggi sudah menembus pasar supermarket, hotel, dan perkantoran. Mereka juga mengekspor kopi ke Jepang dan Amerika Serikat.

Seiring berkembangnya zaman, namanya pun beruba menjadi Koffie Warung Tinggi yang berlokasi di Jl. Sekolah Tangki No. 26, Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Jika Kawan GNFI ingin mencicipi kopi betina dan kopi jantan khas warung tersebut, kedai ini buka setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB.

Warung Kopi Ake – Tahun 1921

Warung Kopi Ake merupakan yang tertua di Belitung. Warung kopi ini berdiri pada tahun 1921, yang terletak di Jl. KV Senang 57, Tanjung Pandan, Belitung. Warung Ake ini tetap mempertahankan resep turun temurunnya dan yang paling unik adalah peralatan jaman dulu yang digunakan oleh kakek buyutnya yakni gentong air, alat penyulingan air, katel dan dua teko air.

Saat ini warung Kopi Ake sudah dikelola oleh generasi ke-4. Menu andalannya yakni kopi susu dan teh susu. Kedainya mampu menampung hingga 50 orang dan buka setiap hari pukul 08.00-22.30 WIB.

Kedai Massa Kok Tong – Tahun 1925

Kedai ini dirinitis oleh perantau asal negeri Tiongkok, Lim Tee Kee. Pada saat itu beliau berusia 17 tahun dan merintis kedai tersebut pada 29 Juni 1925. Pertama kali didirikan di Jl. Cipto No. 109/115, Pematangsiantar, Sumatra Utara dengan nama Heng Sem.

Kopi yang memiliki citarasa klasik ini terkenal hingga sekarang dan telah membuka sebuah cabang baru, salah satunya di kota Siantar dan memiliki pabrik pengolahan kopi sendiri.

Kedai Es Kopi Tak Kie – Tahun 1927

Kedai ini berada di kawasan Glodok, Jl. Pintu Besar Selatan III No. 4-6, Jakarta Barat. Buka pertama kali pada tahun 1927, mulai dirintis oleh perantau dari negara Tiongkok Liong Kwie Thong.

Kedai Es Kopi ini memiliki kopi andalannya yang merupakan perpaduan kopi dari jenis kopi Robusta maupun Arabika dari Lampung.

Jika Kawan GNFI berkunjung ke kedai kopi ini maka kalian akan merasakan suasana pecinan yang kenal seperti di film-film Kungfu. Bahkan lokasi ini sering dijadikan sebagai lokasi film yang berlatar belakang tempo dulu. Kedai ini buka setiap hari pukul 06.30-14.00 WIB.

Warung Kopi Purnama – Tahun 1930

Kedai Kopi Warung Purnomo berada di ruas Jalan Alkateri, Bandung. Beridi sejak 1930 oleh Yong A Thong, yang merupakan perantauan dari Medan. Awalnya bernama Chang Chong Se yang artinya “Silakan Mencoba”. Namun berganti nama menjadi Warung Kopi Purnama karena kebijakan oleh pemerintah Indonesia yang mewajibkan menggunakan nama Indonesia pada tahun 1966.

Meski sedang maraknya coffe shop di Bandung, namun kopi ini tetap diburu oleh para penggemarnya. Hingga saat ini kedai tersebut tetap mempertahankan resep yang sama sejak dulu yakni kopi susu dan roti bakar selai srikaya. Isimewanya mereka menggunakan biji kopi khusus dari Medan, jika Kawan GNFI ingin mencoba kopi susunya, datang setiap hari pukul 06.30-17.00 WIB.


Catatan kaki: Coffelandindonesia | qubicle.id

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli20%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi60%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sebuah Bandara Masuk Jajaran Merek Termahal di Indonesia Sebelummnya

Sebuah Bandara Masuk Jajaran Merek Termahal di Indonesia

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono" Selanjutnya

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono"

Asriyati .
@asriyati

Asriyati .

Hii Saya mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang lagi magang di Good News From Indonesia, bimbing aku yaa.. hehe

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.