Mengenal Sejarah Gorontalo Melalui Wisata Religi Desa Bubohu

Mengenal Sejarah Gorontalo Melalui Wisata Religi Desa Bubohu
info gambar utama

Kalau kawan GNFI berkunjung ke Provinsi Gorontalo jangan lewatkan desa wisata yang satu ini namanya Desa Wisata Bubohu atau Desa Bongo yang terletak di Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Disini pengununjung akan dimanjakan berbagai macam kekayaan alam dan tentunya sejarah yang terkait tentang keislaman. Desa Bubohu mempunyai nama lain yaitu Desa Wisata Religi karena menyimpan berbagai macam sejarah tentang keislaman yang berada di Gorontalo.

Desa Bobuhu sendiri telah ditetapkan Desa Wisata Religius oleh Pemerintah Gorontalo karena, telah menyimpan pesona kekayaan budaya yang tersimpan sangat baik dan rapi di desa ini. Di desa ini pengunjung juga dimanjakan dengan kekayaan pesantren alam karena banayak sekali santri-santri yang menimba ilmu agama di Desa Bobuhu.

Selain menimba ilmu tentang agama di Desa Bobuhu juga mempelajari sejarah tentang kerajaan-kerajaan dan raja yang pernah menjabat di Kerajaan Gorontalo. Ada salah satu tempat yang bernama Maa Taduwolo yang menyimpan rapi berbagai macam sumber tentang sejarah dan kebudayaan yang ada di Gorontalo.

Di dalam lingkungan pesantren alam Bobuhu juga terdapat salah satu pemandangan khas yaitu Wambohe. Wambohe adalah barisan gubuk khas Gorontalo yang berjajar rapi dilingkungan pesantren. Tak hanya Wambohe di dalam lingkungan pesantren juga terdapat beberapa bangunan kayu yang bentuknya menyerupai Tayopo yang biasanya digunakan oleh warga untuk menyimpan kue-kue saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tak hanya itu pengunjung juda bisa melihat keindahan masjid yang diberi nama Masjid Walima Emas.

Perpaduan alam yang nan sejuk membuat Desa Wisata Bubohu juga menyediakan ponodk-pondok kecil yang beratapkan daun rumbia yang dimana memiliki daya tarik tersendiri dan juga dimanjakan dengan hadirnya burung merpati seolah menyambut para pengunjung yang datang.

Untuk harga tiket masuk pengunjung tak perlu khawatir pengunjung tidak dipungut biaya karena, sudah dibiayai oleh pemerintah setempat.

Catatan Kaki: Indonesiakaya | Liputan6 | Kumparan | Suara.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini