Selain “Kota Batik”, Inilah Julukan Lain untuk Pekalongan

Selain “Kota Batik”, Inilah Julukan Lain untuk Pekalongan

Pekalongan memiliki museum batik yang terletak di Jalan Jatayu © Website Pemkot Pekalongan

Kota batik di Pekalongan

Bukan Jogja, bukan Solo

Dua baris kalimat di atas merupakan potongan dari lirik lagu Sosial Betawi Yoi yang dibawakan oleh band legendaris Slank. Bukan rahasia umum jika kota Pekalongan dijuluki sebagai kota batik. Selain karena motif batiknya, ternyata kata batik sendiri adalah slogan dari kota Pekalongan yang memiliki kepanjangan. B bersih, A aman, T tertib, I indah dan K komunikatif.

Kota yang berada di pesisir utara Jawa Tengah ini memiliki motif batik khas yakni motif tujuh rupa. Motif tersebut bermakna perpaduan budaya lokal dengan etnis tionghoa. Karena kota Pekalongan sendiri merupakan kota yang warganya terdiri dari berbagai macam etnis yang hidup damai berdampingan. Hal tersebut selain dibuktikan dengan motif batik khas, juga tempat ibadah yang dibangun berdampingan yakni Masjid Al Ikhlas, Gereja St. Petrus dan Klenteng Po An Thian semakin mewarnai keragaman di Pekalongan.

Bentuk pluralisme di Pekalongan, tempat ibadah berbeda agama dibangun berdekatan. | Sumber Twitter

Nah, selain memiliki julukan sebagai kota batik, ternyata Pekalongan juga memiliki julukan lain, lho. Apa saja julukan untuk kota Pekalongan? Berikut jawabannya.

  1. Kota Batik Dunia (World’s City of Batik)

Tidak hanya disebut sebagai kota batik di Indonesia, Pekalongan juga disebut sebagai kota batik dunia. Hal tersebut didasarkan pada kondisi masyarakat yang sebagian besar mata pencahariannya sebagai pengrajin batik. Selain itu, di pekan batik internasional pada 2011 lalu, Pekalongan mendemonstrasikan slogan barunya yakni World’s City Of Batik yang menjadi langkah awal kota batik mendunia.

  1. Kota Kreatif Dunia

Pekalongan menjadi satu-satunya wakil Indonesia bahkan Asia Tenggara yang masuk dalam kategori kota kreatif dunia oleh UNESCO pada 2014 lalu. Oleh sebab itu, kini tidak hanya julukan kota batik yang dimiliki oleh Pekalongan, namun juga sebagai kota kreatif yang diakui di tingkat internasional.

  1. Kota Sehat
Forum Kota Sehat Pekalongan | Sumber delikjateng.com

Pada tahun 1998 WHO mendesain sebuah konsep kota sehat dengan memilih Pekalongan dan 5 daerah lainnya sebagai daerah uji coba. Pada tahun 1999 walikota membentuk sebuah forum kepengurusan kota sehat sebagai wujud implementasi dari desain kota sehat yang dirancang oleh WHO. Selain itu, forum tersebut juga merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk mewujudkan peningkatan kondisi warga dalam aspek keamanan, kenyamanan, lingkungan fisik, sosial dan budaya serta meningkatkan produktifitas di sektor ekonomi.

Sebagai daerah uji coba oleh WHO, Pekalongan meraih beberapa prestasi dalam bidang kesehatan antara lain Ksatria Bhakti Husada Arutala (2004 dan 2005), Manggala Karya Bhakti Husada (2004), dan Swasti Saba (2005). Oleh karena menjadi daerah uji coba konsep kota sehat oleh WHO dan meraih beberapa prestasi di bidang kesehatan, maka tidak heran jika julukan kota sehat didapat oleh kota Pekalongan.

Gimana, kini kawan GNFI sudah tahu kan julukan lain untuk kota Pekalongan. Ketika melewati kota Pekalongan, jangan lupa untuk membeli batik khas Pekalongan ya. Sebagai warga Indonesia, harus bangga memakai produk khas Indonesia.


Catatan kaki: Cinta Pekalongan | Pemkot Pekalongan

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi67%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mama Blandina Were Sang Penjaga Anggrek Merauke Sebelummnya

Mama Blandina Were Sang Penjaga Anggrek Merauke

Membelah Angkasa dengan Busana Khas Indonesia Selanjutnya

Membelah Angkasa dengan Busana Khas Indonesia

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Mahasiswa semester 7 program studi Komunikasi Penyiaram Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.