AIESEC Global Volunteer: Pengalaman Unik Mengajar Bahasa Inggris Anak TK-SD di Thailand

AIESEC Global Volunteer: Pengalaman Unik Mengajar Bahasa Inggris Anak TK-SD di Thailand

Flo, peserta Global Volunteer AIESEC in Surabaya bersama murid-muridnya di Thailand © AIESEC in Surabaya

Menjadi guru bahasa Inggris untuk para murid TK-SD bukanlah hal yang mudah. Apalagi mengajar murid di pedesaan Thailand selama enam minggu di usia yang masih 19 tahun. Namun inilah tantangan yang ditaklukkan oleh Florence Fedora, mahasiswa Teknik Biomedik di ITS Surabaya.

Mahasiswa yang biasa dipanggil Flo ini memutuskan untuk mengisi liburan semesternya dengan hal yang bermanfaat, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti program Global Volunteer dari AIESEC di regional Surabaya. Mulai dari 14 Juni hingga 27 Juli 2019, Flo bersama 32 mahasiswa lainnya dari berbagai negara menjadi guru bahasa Inggris di sekolah binaan di Ban Na, Nakhon Nayok, Thailand.

Flo bersama siswa-siswa SD di Ban Na, Nakhon Nayok, Thailand setelah kelas berakhir.

Seperti AIESEC di 126 negara lainnya, proyek sosial yang bernama Global Volunteer ini bertujuan untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) milik PBB. Mulai dari masalah kesehatan, lingkungan, hingga pendidikan. Program yang diikuti oleh Flo adalah Sawasdee 33, yang diadakan oleh AIESEC in Bangkok University.

Menurutnya, meskipun di Thailand menyenangkan, namun ia sempat merasa kesusahan dalam berkomunikasi karena perbedaan bahasa yang ada. “Disana, aku cuma bisa bahasa Inggris, sedangkan siswa-siswa di Thailand mengajakku bicara dengan bahasa Thailand. Jadi, sempat bingung aja,” cerita Flo sambil tertawa.

Menurut Flo, orang-orang di Thailand sangat ramah dan sopan dengan orang lain, khususnya dengan yang lebih tua. Bahkan ia sempat mendapatkan murid yang memohon maaf padanya karena tidak mendengarkan saat pelajaran berlangsung. Ketika Flo harus kembali ke Indonesia, para siswa di sana menangis dan ingin ikut juga. “Aku tanya ke anak-anak di sana sudah punya paspor apa belum untuk ikut ke Indonesia, eh, mereka bilang kalau nggak tahu paspor itu apa. Lucu banget, aku kangen mereka semua,” kenang Flo.

Flo saat mengajar murid-muridnya di Thailand

Selain itu, selama di Thailand, Flo tinggal di rumah warga lokal dan merasa seperti anak mereka sendiri. Mereka bahkan berjanji jika Flo kembali ke Nakhon Nayok, mereka akan mengajak Flo jalan-jalan dan mencoba seluruh makanan khas sana. “Kalau aku punya kesempatan lagi, aku pingin banget ketemu mereka dan murid-muridku juga,” tambah Flo.

Gadis asal Batak ini juga menyebutkan bahwa ketika ia di Thailand, ia menjadi representasi dari orang Indonesia, sehingga dia berusaha bertingkah laku sebaik mungkin. Menurutnya, mengikuti kegiatan Global Volunteer merupakan pelajaran berharga baginya, sebab ia menjadi lebih mandiri dan peka terhadap keadaan di dunia ini.

Catatan kaki: AIESEC in Surabaya

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau67%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Berkat TVRI, Indonesia Jadi Negara Ke-4 di Asia yang Punya Stasiun TV Sebelummnya

Berkat TVRI, Indonesia Jadi Negara Ke-4 di Asia yang Punya Stasiun TV

Ketika Kain Tenun Mengangkasa Bersama Srikandi Bangsa Selanjutnya

Ketika Kain Tenun Mengangkasa Bersama Srikandi Bangsa

AIESEC in Surabaya
@aiesecsurabaya

AIESEC in Surabaya

aiesec.or.id/kickstart; aiesec.or.id/gogetit

The world's largest youth-run organization based in 126 countries. Provide leadership opportunities, internships, and global learning environment.

1 Komentar

  • Fadhel

    Kegiatan yang dilakuka Flo ini sepertinya menarik untuk dicoba demi mencapai SDGs tentang edukasi.

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.