Hari Tanpa Bayangan, Memang Ada?

Hari Tanpa Bayangan, Memang Ada?

ilustrasi © tribunnews.com

Sering kali kita mendengar bahwa ada yang namnya hari tanpa bayangan, yaitu di mana bayangan kita tidak terlihat ketika berada dibawah matahari. Kunci mengapa fenomena alam ini dapat terjadi adalah matahari. Matahari adalah bintang yang berjalan. Sepanjang tahun, benda yang berwarna kuning ini menempuh perjalanan mondar-mandir dari utara ke selatan. Perjalanan matahari itu disebabkan oleh kemiringan sumbu rotasi bumi terhadap bidang edar matahari. Kemiringan sebesar 23,5 derajat inilah yang membuat bumi tampak berayun sepanjang tahun.

Selama perjalanan, matahari banyak melewati berbagai kota yang ada di bumi. Layaknya manuasi selama perjalananmatahari juga melakukan persinggahan, Persinggahan dilakukan bergilir sesuai posisi lintang kota di bola bumi. Seperti kota Pontianak yang berada pada lintang 0 derajat, mendapat kesempatan disinggahi matahari sebanyak dua kali dalam setahun, seperti dilansir dari laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Matahari di atas Pontianak setiap tanggal 21 Maret dan 23 September.

Nah lalu, apa hubungannya dengan bayangan kita yang menghilang?

Ketika matahari melalkukan persinggahan di atas kota, fenomena unik ini pun terjadi. Selama kurang lebih lima menit, benda-benda tegak seolah kehilangan bayangan. Peristiwa ini terjadi tepat tengah hari. Hilangnya bayangan benda dapat terjadi karena adanya perspektif pencahayaan.

Sumber cahaya yang berada di atas benda seperti tabung maka bayangan akan jatuh di alasnya. Jika sumber cahaya bergeser sedikit saja, bayangan akan bergeser keluar dari alas. Bayangan serta-merta terbentuk. Pada hari tanpa bayangan, matahari persis di atas kepala sehingga bayangan jatuh di bawah bangunan.

ilustrasi @semarang.bisnis.com

Karena jatuh di bawah benda, bukan berarti bayangan kita benar-benar menghilang atau lenyap. Jika benda tersebut memiliki penampang alas lebih kecil ketimbang penampang atas, maka bayangan tetap bisa terlihat. Hal ini bisa diamati pada pohon. Atau kita juga bisa mencobanya sendiri.

Saat ini ada beberapa kota yang akan mengalami fenomena alam ini. Yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. sebagai informasi di Jawa Tengah ada 35 kabupaten atau kota yang mengalami hari tanpa bayangan, mulai 10 Oktober 2019. Ini terjadi baik wilayah yang berada di sisi utara, maupun sisi selatan Jawa Tengah.

Wilayah paling cepat mengalami hari tanpa bayangan di Jawa Tengah adalah Jepara. Sebuah wilayah di sisi utara timur Jawa Tengah. Di Jepara, hari tanpa bayangan terjadi pada Kamis, 10 Oktober, pukul 11:24:29 WIB. Posisi matahari saat ini sedang berada dipulau jawa, jadi kemungkinan fenomena ini akan terjadi disana. Hal ini disampaikan olehEtik Setyaningrum selaku Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta.

Sumber: Tempo | liputan6

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Indonesia Jadi Negara Terfavorit Pilihan Wisatawan Dunia Sebelummnya

Indonesia Jadi Negara Terfavorit Pilihan Wisatawan Dunia

Osvaldo Haay di Ambang Rekor Top Skor SEA Games 2019 Selanjutnya

Osvaldo Haay di Ambang Rekor Top Skor SEA Games 2019

Mona Destiana
@mona_destiana

Mona Destiana

1 Komentar

  • Ghaisani

    Ada yg typo nih, di paragraf kedua kalimat kedua, "manuasi" hehe. But overall, veryyy nice news :)) selalu suka berita2 dari GNFI <3 keep up the good work!

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.