Lompat Tali (Yeye) : Makna Kepalan Tangan Pada Lompatan Terakhir

Lompat Tali (Yeye) : Makna Kepalan Tangan Pada Lompatan Terakhir

Permainan Lompat Tali (Yeye) © Foto : Sitecoloring.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bagi Kawan GNFI yang kelahiran tahun 70 hingga 90an, pasti kalian sudah familiar dengan permainan yang satu ini, yaitu “Yeye atau Lompat Tali”.

Dulu ketika saya masih duduk di duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), lompat tali merupakan permainan favorit ketika sedang bermain dengan kawan-kawan. Biasanya kami melakukan permainan tersebut menjelang sore hari bahkan saat jam istirahat di sekolah.

Zaman saat saya sekolah dulu, tidak ada yang namanya makan bersama di kantin sekolah, yang ada hanyalah pedagang jajanan ringan seperti cilok, es potong, bastus, bakwan, es mambo, serta jajanan ringan lainnya yang apabila saat ini menemukan jajanan tersebut seperti flashback ke masa-masa kecil dulu.

Permainan lompat tali (yeye) sudah hadir sejak penjajahan Belanda | foto : Diversity.id

Setelah jajan, biasanya kami langsung memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan permainan yeye ini. Lompat tali termasuk ke dalam permainan tradisional yang terbuat dari karet gelang yang digabungkan dan disusun panjang. Yeye memang identik dengan kaum perempuan, namun terkadang ada juga anak laki-laki yang ingin ikut bermain.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan dan dari mana permainan ini berasal. Namun, permainan lompat tali sudah muncul sejak Belanda menjajah Indonesia, awalnya permainan ini dimainkan oleh anak-anak Belanda yang ada di Indonesia.

Tetapi, ada pula yang mengatakan bahwa asal permainan lompat tali dari benua Eropa yang kemudian menyebar ke benua-benua lainnya termasuk di benua Asia Tenggara yakni tepatnya di Indonesia.

Di Indonesia sendiri permainan ini banyak dijumpai di berbagai daerah namun dengan nama yang berbeda-beda. Misalnya seperti, nama Yeye, Tali Merdeka, Lompatan, Lompat Tali, dan lain-lain.

Kepalan tangan pada lompatan terakhir dikaitkan dengan para pejuang kemerdekaan | foto : Diversity.id

Inti dari permainan lompat tali ini adalah melompat tali karet yang tersimpul. Penamaan pada permainan ini pun ada kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan oleh pemain itu sendiri, khususnya pada lompatan terakhir. Pada lompatan terakhir, biasanya tali karet akan direnggangkan oleh pemegangnya setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara oleh pemagang karet.

Kepalan tersebut dikaitkan dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika tengah mengucapkan kata “merdeka”. Maka dari itu ada yang memberi nama dengan sebutan “Tali Merdeka”, karena gerakan tangan yang menyerupai simbol kemerdekaan itulah yang kemudian dijadikan sebagai nama permainan yang bersangkutan.


Catatan kaki: Marneskliker | Dictio | GPSwisataindonesia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli25%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kemolekkan Di Balik Jaran Kencak Sebelummnya

Kemolekkan Di Balik Jaran Kencak

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Asriyati .
@asriyati

Asriyati .

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.