Kegunaan Tanaman Urang – Aring Selain Untuk Kesehatan Kulit Kepala

Kegunaan Tanaman Urang – Aring Selain Untuk Kesehatan Kulit Kepala

Urang - aring memiliki nama lain di beberapa daerah di Indonesia seperti orang - aring, te-lenteyan, daun tinta dan daun sipat © Jurnal MASKOOLIN

Urang – aring atau juga sering disebut dengan orang-aring adalah salah satu tanaman liar yang banyak tumbuh di sekitar sawah, parit, sungai dan lahan-lahan yang memiliki cakupan cahaya matahari yang cukup. Kehadiran tumbuhan urang-aring di sekitar sawah seringkali dianggap mengganggu oleh beberapa petani terhadap tanaman yang sedang tumbuh di sawah. Oleh sebab itu, urang- aring seringkali di pangkas oleh para petani dan dijadikan pakan ternak kambing.

Manfaat urang – aring untuk kesehatan kulit kepala dan perawatan rambut memang sudah bukan menjadi rahasia lagi. Namun, urang – aring ini memiliki banyak kegunaan lain selain untuk kesehatan rambut.

Berikut adalah beberapa khasian urang – aring :

  1. Menyuburkan rambut
Urang - aring juga dapat membuat rambut lebih hitam dan menghilangkan ketombe. | Sumber Liputan 6

Bagi kawan GNFI yang merasa rambutnya tidak cukup tebal dan mudah rotok, bisa mengikuti cara berikut untuk membuat perawatan alami bagi rambut dengan menggunakan urang – aring. Caranya yakni cari beberapa tangkai tanaman urang-aring kemudian ambil daunnya saja. Rendam daun urang – aring tersebut ke dalam air kemudia remas-remas daun urang – aring tersebut hingga air berubah menjad berwarna hitam. Setelah itu, gunakan air rendaman daun urang – arign tersebut untuk dioleskan ke kulit kepala.

  1. Menyembuhkan beberapa penyakit kulit

Urang – aring juga bermanfaat untuk menyembuhkan sakit yang dirasakan di kulit luar seperti iritasi kulit, eksim, kutu air juga bekas luka. Cara pengobatannya cukup mudah yakni dengan cara merajang secara kasar daun urang – aring dan remas-remas rajangan tersebut. Tempelkan dan kompres pada area yang kulit yang mengalami iritasi. Cara ini akane efektif bila dilakukan dengan teratur hingga kulit dirasa sudah membaik.

  1. Urang-aring sebagai bahan makanan

Beberapa daerah seperti Bali, menggunakan urang – aring sebagai salah satu bahan pelengkap makanan. Daun urang – aring dapat diolah menjadi tumis ataupun tanpa diolah cukup dicuci hingga bersih dan disantap sebagai lalapan. Rasanya tidak berbeda dengan ragam sayuran yang lain, meskipun cukup jarang ditemui namun olahan daun urang – aring sebagai makanan terbukti dapat menjadi menu pilihan bagi kawan GNFI.

  1. Zat pewarna alami
Pewarna alami dari tumbuhan urang - aring juga dapat digunakan untuk mewarnai rambut agar menjadi lebih hitam. | Sumber Bukalapak

Daun urang – aring dapat menghasilkan warna hitam alami. Cara pembuatan pewarna alami dari bahan daun urang – aring adalah dengan ekstraksi. Pertama kumpulkan terlebih dahulu daun urang – aring kemudian di keringkan dalam suhu ruangan. Setelah itu, daun urang – aring yang sudah kering direduksi direduksi sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dengan bantuan alat penggiling atau gerinda agarmenjadi bubuk kasar. Bubuk kasar seberat 10 gr ditimbang dan dilarutkan dalam air distilasi sebanyak 100 ml. Tahap berikutnya adalah diaduk secara terus menerus selama satu hari agar bubuk kasar menjadi halus. Bubukyang sudah halus tersebut kemudian dikeringkan di atas nampan selama 3 hari pada suhu ruangan. Bubuk kering kemudian digiling kemudian disaring. Bubuk urang – aring siap digunakan dan sebaiknya disimpan di dalam ruangan dengan suhu 25o C.

Nah, ternyata kegunaan urang – aring tidak hanya untuk kesehatan rambut dan kulit kepala, lho. Jadi, apakah kawan GNFI masih sering menjumpai tumbuhan urang – aring di lingkungan tempat tinggal kawan GNFI?


Catatan kaki: manfaat.co.id | academia

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mercusuar Yang Ada Sejak 1806 Sebelummnya

Mercusuar Yang Ada Sejak 1806

Tokoh Muda Indonesia Ini Masuk Daftar "Next100" Majalah Time Selanjutnya

Tokoh Muda Indonesia Ini Masuk Daftar "Next100" Majalah Time

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Mahasiswa semester 7 program studi Komunikasi Penyiaram Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.