Mercusuar Yang Ada Sejak 1806

Mercusuar Yang Ada Sejak 1806

Salah satu mercusuar tertua di Indonesia © iklantravel.com

Anyar atau Anyer adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Indonesia. Sebagai daerah pesisir pantai anyer tidak hanya terdapat wisata alam pantai yang indah, karena daerahnya yang dipesisir pantai maka Anyer juga memiliki mercusuar yang pada saat itu digunakan untuk sarana bantu navigasi kapal di laut.

Menara suar ini diyakini sebagai titik nol atau titik awal dari pembangunan jalan Anyer-Panarukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels. Pada pintu masuk mercusuar terdapat tulisan bahwa mercusuar ini dibangun pada tahun 1885. Menurut penuturan penjaga mercusuar, pada awalnya mercusuar ini dibangun pada tahun 1806, proyek jalan Anyer-Panarukan baru dijalankan tahun 1825.

mercusuar ini hancur, hanya menyisakan pondasinya saja. Dan, dua tahun kemudian, yaitu tahun 1885, di bawah pemerintahan Z.M Willem III mercusuar ini kembali dibangun. Sebagaimana terlihat dengan tulisan di atas pintu masuk, yaitu:

Onder De Regeering Van

Z.M. Willem III

Koning Der Nederlanden

.N.Z C.N.Z C.N.Z

OPOERIGHT YOOR YADT LIGHT 21 GROOTTE.

VER YERYANGING YAN DEN STEENEN LIGHTTOREN

IN 1883 DW DE RAMP YAN KRAKATAUYERNIELG

1885

Tulisan di pintu masuk | sumber: ratihpoeradisastra.blogspot.com

Jadi, bangunan mercusuar yang berdiri saat ini adalah bangunan baru. Bahkan lokasinyapun berbeda dengan bangunan awal. Mercusuar yang saat ini dibangun 500m lebih ke daratan, sementara untuk pondasi mercusuar lama saat ini dijadikan sebagai tugu nol kilometer. Bangunan setinggi 75,5meter (menurut penjaga sekitar 60 meter an) ini masih kokoh berdiri hingga sekarang. Dinding bangunan terbuat dari baja setebal 2,5-3cm yang masih sangat bagus. Dinding bangunannya secara rutin di cat ulang sedangkan bagian dalam selalu dibersihkan agar tidak licin. Di bagian belakang bangunan tertera tulisan:

VERVAARDIGO DOOR DE FIRMA

L.I.E.N.T.H.O.V.E.N & c.o

's CRAVENHAGE

HOLLAND

1885

Tulisan tersebut menerangkan nama perusahaan yang membangun mercusuar ini, yaitu L.I.E.N.T.H.O.V.E.N & c.o. Di bagian tengah mercusuar terdapat bangunan kecil yang menjulang ke atas. Ini adalah sumbu atau penyangga dari mercusuar. Untuk mencapai puncak tertinggi mercusuar, pengunjung harus naik tangga manual 286 anak tangga dari 18 lantai.

Navigasi Sesuai dengan namanya yaitu mercusuar, bangunan ini berfungsi membantu navigasi kapal-kapal yang berlayar di Selat Sunda. Hingga sekarang, mercusuar ini masih digunakan sebagaimana fungsinya untuk membantu pelayaran. Pengelolaan dan pemeliharaan mercusuar ini dipegang oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Mercusuar anyer ini terdaftar dalam Daftar Suar Indonesia (DSI) dengan nomor 2260. Selain di Anyer, bangunan mercusuar serupa dapat ditemukan di berbagai tempat yang strategis bagi pelayaran di Indonesia. Namun, bangunan yang asli peninggalan Belanda tidaklah banyak. Menara suar yang ada di Indonesia saat ini banyak yang merupakan bangunan baru

Di kawasan ini, meskipun dekat dengan laut, tidak ada pantai seperti area-area pariwisata di pantai. Hanya ada jalan permanen yang menghubungkan daratan hingga ke bagian agak tengah dari laut. Bila kita berjalan menyusuri jalan ini, pada kondisi cuaca cerah kita bisa mendapatkan pemandangan indah disertai suara deburan ombak, diiringi semilir angin pantai.

Tugu Titik Nol | sumber: beritatrans.com

Tak jauh dari mercusuar, sekitar 500m, Bapak penjaga mengatakan ada sebuah stasiun tua, yaitu stasiun Anyer. Dahulu stasiun ini digunakan untuk transportasi dari Jakarta ke Anyer. Namun saat ini sudah tidak digunakan lagi, beberapa referensi mengatakan stasiun ini sudah berubah fungsi. Untuk kereta apinya (spoor) saat ini masih ada, tersimpan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Catatan kaki:

Sejarah mercusuar | Come Back to titik nol | Kisah mercusuar | Anyer

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ragam Festival Musik Indonesia Sebelummnya

Ragam Festival Musik Indonesia

Benteng  Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo Selanjutnya

Benteng Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo

Fikri Abdul Karim
@fikriabdulkarim

Fikri Abdul Karim

Panggil aja Zaqi, kalau mau tau lebih Follow Instagram, Twitter, dan Facebooknya gaes. Hobby ku Nge Game. Terutama PUBG di Invite ya : SVR | Akagami

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.