Kupat Tahu Yang Lezat Dan Menggugah Selera

Kupat Tahu Yang Lezat Dan Menggugah Selera

Kupat Tahu ©travelingyuk.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Makanan kupat tahu mungkin tidak terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Kupat tahu memang salah satu makanan khas Indonesia. Biasanya kuliner yang satu ini bisa kita jumpai di beberapa daerah seperti Bandung, Singaparna, Magelang, dan Solo. Kupat tahu adalah makanan tradisional Indonesia yang berbahan dasar ketupat, tahu yang telah digoreng, dan juga bumbu kacang. Lontong dapat juga digunakan sebagai pengganti ketupat.

Selain variasi tadi, ada pula kupat tahu petis, perbedaannya terdapat pada bumbunya yang menggunakan Petis dan ditambah irisan mentimun segar. Kupat tahu dapat pula ditambah dengan kerupuk dan sambal sebagai penambah selera makan. Salahsatu kupat tahu yang terkenal ialah kupat tahu Gempol yang berada di kawasan Pasar Gempol, Bandung. Karena rasanya yang terkenal enak dan cocok bagi lidah orang Indonesia, kupat tahu biasanya dapat kita jumpai di berbagai tempat, mulai dari kelas kaki lima sampai rumah makan.

kupat tahu yang memakai bumbu petis | sumber: youtube.com

Cita rasa Kupat Tahu Gempol memang sudah masyhur di berbagai kalangan, mulai dari rakyat jelata hingga para pejabat, seperti Menteri Perdagangan. Dari buah bibir tersebut, banyak lidah akhirnya membuktikan sendiri kenikmatan sepiring Kupat Tahu Gempol. Kelembutan ketupat dan tahu berbalur bumbu kacang yang meresap sempurna dapat memberikan kesan mewah, walaupun hanya disajikan di atas piring styrofoam.

Salah satu daerah yang masih dengan mudah dijumpai kupat tahu adalah Singaparna. Singaparna adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang terkenal dengan rasa kupat tahunya yang lezat. Kupat tahu yang disajikan di daerah ini tidak memakai tauge rebus.

Tidak hanya di daerah Jawa Barat saja, karena mungkin kupat tahu ini makanan khas dari Sunda, maka sampai daerah Barat juga ada, daerah Banten juga pasti kalian akan menjumpai pedagang kaki 5 kupat tahu, terutama saat pagi, karena memang sangat mudah dan tidak banyak bahan pakan yang di pakai oleh kuliner ini.

Kupat tahu pasar Gempol | sumber: arifsetiawan.com

Perbedaan dengan di Banten, kupat mereka begitu besar, dibungkus dengan plastik yang besar, dan tahu yang mereka pakai tidak di goreng, tapi hanya di rebus, jika sudah matang disajikan dan dijual. Tidak mahal untuk harga yang di kisarkan di Banten mulai dari Rp. 5000- Rp. 10.000.

Yang lebih terkenal kupat tahu Pasar Gempol, di sana banyak sekali yang menjajakan, dan memang benar enaknya. Kupat tahu gempol ini memang rasanya jempolan. Di Banyumas juga ada menu kupat tahu, tetapi ternyata berbeda banget, terutama bumbunya. Kalau di Banyumas menggunakan air gula jawa dan kecap. Itulah kekayaan kuliner di Indonesia yang tidak pernah ada habisnya untuk diulas. Harga per porsi Rp 10.000. - Rp. 20.000.


Catatan kaki:

Kupat Tahu | Kupat tahu mengundang selera | Serupa tapi tak sama | kupat tahu gempol yang go internasional

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Filosofi Dalam Motif Garis Kain Tenun Lurik Sebelummnya

Filosofi Dalam Motif Garis Kain Tenun Lurik

Tren Sepekan: STNK Becak, Embun Upas, dan Robot Wisuda Selanjutnya

Tren Sepekan: STNK Becak, Embun Upas, dan Robot Wisuda

Fikri Abdul Karim
@fikriabdulkarim

Fikri Abdul Karim

1 Komentar

  • jendela baru

    wah, jadi laper nih...

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.