Menengok Venue MotoGP 2021 di Lombok

Menengok Venue MotoGP 2021 di Lombok

Masterplan Sirkuit Mandalika © Youtube Screenshot

Indonesia telah resmi ditunjuk menjadi tuan rumah MotoGP 2021. Di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pembangunan sirkuit baru kini sedang ikebut. Seperti dikutip dari Jawapos.com, prosesnya mencapai 30 persen. Dijadwalkan, pada awal 2021, sirkuit tersebut sudah masuk agenda sementara tes pramusim MotoGP.

“Pengaspalan badan jalan akan dimulai pada Desember 2019 sebelum kemudian dilanjutkan dengan upgrading permukaan badan jalan menjadi lintasan balap. Akhir tahun 2020 kami targetkan pembangunan sirkuit dapat selesai, sehingga dapat menjamu tes pramusim 2021, yang diperkirakan berlangsung Februari atau Maret 2021 sebelum musim 2021 dimulai,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) adalah BUMN pengembang dan pengelola Sirkuit Mandalika.

Masterplan Sirkuit Mandalika | Gridoto.com
Sirkuit Mandalika | Gridoto

Tes pra-musim 2021 di sirkuit ini dijadwalkan berlangsung selama 3 hari dan diperkirakan akan diikuti oleh semua pembalap peserta MotoGP tahun yang bersangkutan, sesuai peraturan FIM World Championship Grand Prix Regulation.

Sirkuit Mandalika akan menjadi sirkuit jalan raya MotoGP pertama di dunia yang dibangun dari tahap konsep. Sirkuit tersebut akan memiliki panjang 4,31 kilometer dan memiliki 17 tikungan yang dibangun di tengah-tengah kluster sport & entertainment di kawasan pariwisata Kota Mandalika.

Kawasan ini dipersiapkan sebagai kawasan pariwisata unggulan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika memiliki lahan seluas 1.034 hektar yang digarap oleh PT Indonesia Tourism Development Corporate (ITDC), BUMN yang sukses membangun kasawan pariwisata Nusa Dua di Bali.

Salah satu spot indah di Mandalika, Bukit Merese | Langkah Travel
Caption

Kawasan Mandalika juga mudah dijangkau. Berjarak hanya 30 menit dari Bandara Internasional Lombok, kawasan ini dihiasi bentang alam yang indah, pun pantai-pantai yang sangat menawan, mulai dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan.

Pantai Kuta yang terkenal dengan pasirnya yang putih dan air laut yang jernih, lengkap dengan pepohonan dan bukit hijau yang megah terlihat sangat jelas. Dari segi nuansa, ini sedikit mirip dengan Nusa Dua Bali.

Pilih BanggaBangga78%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau4%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pemaparan Indonesia dalam KTT Gerakan Non-Blok Terkait Tantangan Pembangunan Global Sebelummnya

Pemaparan Indonesia dalam KTT Gerakan Non-Blok Terkait Tantangan Pembangunan Global

Inilah Festival Terbesar di Indonesia untuk Para Pahlawan Ekonomi Selanjutnya

Inilah Festival Terbesar di Indonesia untuk Para Pahlawan Ekonomi

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.