Memperingati Perjuangan Pemuda Lewat Video Mapping

Memperingati Perjuangan Pemuda Lewat Video Mapping

Ilustrasi semangat Pemuda Indonesia | Foto: luis quintero/pexels.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91, Gereja Katedral yang berada di Jalan Katedral Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengadakan pertunjukkan video mapping yang bertajuk “Hai Pemuda Pemudi Indonesia”. Kegiatan ini dilakukan untuk mengingat kembali peran gereja dalam terwujudnya sumpah pemuda di Indonesia.

Video Mapping yang dibuka untuk umum tersebut dilakukan tepat pada peringatan hari Sumpah Pemuda pada (28/10), namun pada 26 dan 27 tepatnya pada pukul delapan malam para tamu undangan telah terlebih dahulu mendapat kesempatan untuk melihatnya.

Dalam waktu 15 menit, mata penonton dimanjakan dengan pantulan laser dari proyektor ke dinding gereja yang menunjukkan beberapa tokoh nasional seperti Soekarno, Muhammad Hatta, dan Boedi Oetomo.

Dilansir dari keterangan Humas Gereja Katredal Jakarta, Susyana Suwadie pada gatra.com bangunan yang dulu dikenal sebagai gedung Kathoelike Jongenlingen Bond di Jalan Waterlooplein itu merupakan gedung perhimpunan pemuda Katolik dijamannya, yang juga menjadi tempat sidang pertama Kongres Pemuda II yang dilakukan para pemuda Indonesia pada 27 oktober 1928. Saat ini gedung tersebut telah menjadi aula Katedral.

Susyana juga menjelaskan, pertunjukan ilusi optik pada objek tersebut sebelumnya telah digagas sejak dua tahun lalu, namun intensifikasinya baru dilakukan selama tiga bulan menjelang Hari Sumpah Pemuda tahun ini.

Tujuan dilakukannya pertunjukan adalah untuk menyampaikan semangat sumpah pemuda yang selaras dengan arah dasar Keuskupan Agung Jakarta untuk mengamalkan Pancasila dan memperkenalkan sejarah perjuangan umat Katolik di Indonesia.

Selain melakukan video mapping pada (28/10) Gereja Katedral, Jakarta juga melakukan beberapa kegiatan terkait Peringatan Sumpah Pemuda lewat pertunjukkan Teater Orang Muda Katolik Katedral dengan tema ‘Merah Putih Benderaku’, tarian ragam nusantara, sharing sejarah dengan anhar gonggong hingga pesan kebangsaan yang dibawakan oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo dari Keuskupan Agung Jakarta dan Nasaruddin Umar yang marupakan Imam Besar Masjid Istiqlal

Pertunjukan video mapping di Gereja Katredal, Jakarta tersebut dilakukan oleh Raphael Donny dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP). Komunitas video mapping asal Yogyakarta tersebut berhasil menampilkan larya mereka dengan menggunakan 12 proyektor.

Pada keterangan Raphael Donny ke tempo.co ketua JVMP tersebut menerangkan pertunjukkan yang ia lakukan bersama teman-temannya bertujuan untuk melakukan napak tilas sejarah Sumpah Pemuda. Ia menjelaskan selanjutnnya ia juga akan melakukan hal serupa di MA dan Museum Sumpah Pemuda.

Sumber: tempo.co | gatra.com | tribunnews.com | tribunnews.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Board Game Tahilalats Bersiap Menuju Pentas Dunia Sebelummnya

Board Game Tahilalats Bersiap Menuju Pentas Dunia

Mereka yang "Menolak" Sains Selanjutnya

Mereka yang "Menolak" Sains

Ariefiani Harahap
@ariefiani_elf

Ariefiani Harahap

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.